Bupati Aceh Barat Temui Mendes, Ditawari Program Ayam hingga Desa Wisata

Menteri Desa Yandri Susanto menawarkan Program SEHATI untuk mendorong desa di Aceh Barat mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing.

Tim News
Oleh Tim News - Reporter
Bupati Aceh Barat Temui Mendes, Ditawari Program Ayam hingga Desa Wisata
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat menerima Bupati Aceh Barat Tarmizi dan Wakil Bupati Said Fadheil. (Dok Istimewa)

Sejumlah desa di Aceh Barat mendapat tawaran program pemberdayaan ekonomi dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Program tersebut diarahkan agar desa bisa mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah masing-masing.

Tawaran itu disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat menerima Bupati Aceh Barat Tarmizi dan Wakil Bupati Said Fadheil. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyampaikan sejumlah usulan program bantuan pemerintah pusat untuk desa-desa di Aceh Barat.

Salah satu program yang ditawarkan adalah SEHATI (Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi). Program ini mencakup berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari pengembangan desa ayam petelur dan ayam pedaging, komoditas buah tertentu, hingga desa wisata.

Bupati Aceh Barat Tarmizi menilai tawaran tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong desa mengembangkan potensi ekonominya.

“Pak Menteri menawarkan beberapa bantuan melalui Program SEHATI, seperti desa ayam petelur, ayam pedaging, desa buah tertentu, hingga desa wisata. Semuanya diarahkan untuk mendukung dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Tarmizi, Kamis (3/9/2026).

Menurut Tarmizi, program tidak akan diterapkan secara seragam. Setiap desa dapat memilih jenis usaha berdasarkan potensi, kebutuhan, dan kesiapan wilayahnya.

Jika desa dan pemerintah daerah sudah menentukan program yang akan dikembangkan, pembahasan akan dilanjutkan secara teknis bersama jajaran Direktorat Jenderal di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Selain program yang dikelola masing-masing desa, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

 

Kelola Usaha Secara Bersama

Melalui skema ini, sejumlah desa dalam satu kecamatan dapat mengelola usaha secara bersama. Misalnya, beberapa desa dengan potensi peternakan atau pertanian yang sama dapat mengembangkan usaha dalam satu pengelolaan sehingga memiliki skala ekonomi lebih besar.

“Kita juga membahas skema BUMDesma. Misalnya dalam satu kecamatan ada beberapa desa yang menjalankan program bersama, baik peternakan maupun pertanian, dan nantinya akan mendapat dukungan dari kementerian,” katanya.

Tarmizi mengatakan pola tersebut dapat menjadi pilihan bagi desa yang memiliki potensi serupa tetapi membutuhkan kerja sama antarwilayah untuk mengembangkan usaha secara lebih efektif.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat selanjutnya akan melihat kesiapan masing-masing desa sebelum menentukan program yang akan diusulkan dan ditindaklanjuti bersama kementerian.

Rekomendasi