Mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/5/2024).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132385/original/019749700_1783073268-1716810749978-pvux4.jpg)
Sidang lanjutan kali ini untuk mendengar keterangan dari sembilan orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor.Foto: Liputan6.com / Herman Zakharia
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132387/original/053223200_1783073268-1716810777223-mhqvj.jpg)
Kesembilan saksi yang dihadirkan itu adalah istri, anak dan cucu SYL serta staf khusus Kementerian Pertanian. Foto: Liputan6.com / Herman Zakharia
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132388/original/011591300_1783073269-1716811109508-j7goc.jpg)
Anak Syahrul Yasin Limpo, Kemal Redindo Syahrul Putra terlihat sesaat sebelum bersaksi pada sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Kementan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/5/2024). Foto: Liputan6.com / Herman Zakharia
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132392/original/059682500_1783073269-1716810798586-l9jvtk.jpg)
Sementara Cucu Syahrul Yasin Limpo, Andi Tenri Bilang Radisyah Melati juga terlihat sesaat sebelum memberikan kesaksian pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/5/2024). Foto: Liputan6.com / Herman Zakharia
Advertisement
Kehadiran kesembilan saksi pada sidang lanjutan ini untuk mengonfirmasi adanya dugaan aliran uang yang diterima dari mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Foto: Liputan6.com / Herman Zakharia
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132394/original/078536900_1783073269-1716810821958-mx135.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132395/original/050547900_1783073270-1716810857481-b7cevh.jpg)
Pada perkara ini, JPU dari pihak KPK menduga mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menerima gratifikasi dan melakukan tindak pemerasan di lingkungan Kementan untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Foto: Liputan6.com / Herman Zakharia
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132396/original/091042700_1783073270-1716810870299-o2hds.jpg)
Syahrul Yasin Limpo juga didakwa telah melakukan pemerasan serta menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp 44,5 miliar dalam rentang waktu dari tahun 2020 sampai dengan 2023. Foto: Liputan6.com / Herman Zakharia
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9132384/original/094346900_1783073267-1716810419184-uwg5zf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381511/original/067810300_1792824557-IMG-20261023-WA0057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381503/original/022071900_1792823949-IMG-20261023-WA0159.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380481/original/048155500_1792711880-000_D3Y98GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381409/original/007264200_1792814648-IMG_20261024_102838.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381405/original/045925600_1792813886-Desain_Tanpa_Judul__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381399/original/059085300_1792813466-120_mahasiswa_asal_Papua_mendapatkan_beasiswa.jpeg)