Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin sukses menggelar tes International English Language Testing System (IELTS) perdana pada Minggu, 12 April. Tes ini diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan. Mereka datang dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Timur untuk mengikuti sertifikasi bahasa Inggris berstandar internasional.
Peserta tes IELTS ULM didominasi oleh kalangan dosen, mahasiswa, serta pelajar. Mereka memiliki tujuan yang sama, yakni mempersiapkan diri untuk studi lanjut atau meraih peluang beasiswa ke luar negeri. Penyelenggaraan ini menjadi langkah strategis ULM dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa ULM, Dr. Noor Eka Chandra, menjelaskan bahwa inisiatif ini memungkinkan masyarakat mendapatkan akses sertifikasi tanpa harus bepergian ke luar daerah. ULM bekerja sama dengan lembaga internasional Indonesia Australia Language Foundation (IALF) cabang Bali. Kolaborasi ini menjamin pelaksanaan tes memenuhi standar global.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Standar Internasional melalui Kemitraan Strategis
Penyelenggaraan tes IELTS perdana oleh ULM menandai era baru dalam akses pendidikan bahasa Inggris di Kalimantan. Kerja sama dengan IALF cabang Bali menjadi kunci utama dalam memastikan kualitas. ULM berkomitmen penuh untuk menjaga integritas dan kredibilitas hasil tes.
Dr. Noor Eka Chandra menegaskan bahwa seluruh prosedur, fasilitas, dan sistem penilaian telah disesuaikan dengan standar internasional. Hal ini penting untuk memberikan jaminan kepada peserta. Mereka dapat yakin bahwa sertifikat yang diperoleh memiliki pengakuan global.
Langkah ini tidak hanya memfasilitasi peserta lokal. Ini juga memperkuat posisi Universitas Lambung Mangkurat sebagai pusat pengembangan bahasa terkemuka di wilayah Kalimantan. ULM bertekad untuk terus berinovasi dalam layanan pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif dan Komitmen Berkelanjutan
Kehadiran pusat tes IELTS di Banjarmasin membawa dampak positif yang signifikan. Masyarakat Kalimantan kini memiliki pilihan yang lebih mudah dan terjangkau. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan ke pulau Jawa.
ULM berkomitmen menjadikan layanan tes IELTS ini sebagai program berkelanjutan di masa depan. Rencana ini menunjukkan visi jangka panjang universitas. Mereka ingin terus melayani kebutuhan sertifikasi bahasa Inggris.
Dr. Noor Eka Chandra berharap pusat tes ini dapat melayani tidak hanya masyarakat Kalimantan Selatan. Seluruh provinsi di Kalimantan diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas ini. Ini adalah wujud nyata dukungan ULM terhadap peningkatan kualitas SDM regional.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Peserta dan Efisiensi Biaya
Salah satu peserta, Emerald, yang berasal dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kualitas penyelenggaraan tes sangat profesional. Standar internasional yang selama ini dikenalnya terpenuhi dengan baik.
Emerald menyoroti keuntungan besar dari adanya tes IELTS di ULM. “Sekarang tidak perlu lagi ke pulau Jawa dengan biaya tambahan yang besar,” jelasnya. Pernyataan ini menggambarkan betapa pentingnya inisiatif ULM bagi peserta.
Adanya pusat tes ini secara langsung menghemat biaya perjalanan dan akomodasi peserta. Ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi individu yang ingin melanjutkan studi atau mencari beasiswa. Tes IELTS ULM menjadi solusi efektif dan efisien.
Advertisement
Sumber: AntaraNews