Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan komitmen kuat industri baja domestik dalam mempercepat transisi menuju baja hijau. Komitmen ini muncul seiring dengan meningkatnya permintaan global terhadap produk-produk rendah emisi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut secara jelas tercermin dari berbagai upaya yang dilakukan oleh anggota Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) untuk mengadopsi teknologi yang lebih ramah lingkungan di seluruh sektor. Diskusi intensif yang telah dilakukan dengan Ketua IISIA menunjukkan keseriusan para pelaku industri.
Pemerintah Indonesia juga telah berhasil mengamankan kerja sama hibah dengan Bank Dunia guna mendukung penuh transformasi industri, termasuk di sektor baja. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pembangunan infrastruktur esensial untuk industrialisasi hijau di Tanah Air.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Kuat Industri Baja Nasional
Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa komitmen dari para pelaku industri untuk mewujudkan baja hijau sangatlah kuat. Beliau menyatakan optimisme tinggi, sebab teknologi yang dibutuhkan untuk transisi ini sudah tersedia dan terbukti efektif. Hal ini menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam produksi baja berkelanjutan.
Para anggota IISIA secara aktif berupaya mengintegrasikan praktik dan teknologi hijau dalam setiap proses produksi mereka. Langkah strategis ini merupakan respons cepat terhadap tuntutan pasar global yang semakin mengutamakan aspek keberlanjutan serta jejak karbon yang rendah.
Pergeseran menuju produksi baja hijau bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang semakin ketat, tetapi juga merupakan peluang besar untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional. Industri baja nasional menunjukkan kesiapan penuh untuk beradaptasi dengan standar lingkungan global yang terus berkembang.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Inovasi Teknologi CCU
Kementerian Perindustrian telah menjalin kerja sama hibah strategis dengan Bank Dunia untuk memfasilitasi percepatan transformasi industri di Indonesia. Program ini secara khusus mencakup sektor baja, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur serta ekosistem yang mendukung industrialisasi hijau secara komprehensif.
Selain dukungan tersebut, Kementerian Perindustrian juga telah aktif melaksanakan proyek percontohan penggunaan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU) di beberapa industri domestik. Teknologi CCU ini dinilai memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan metode pengurangan emisi lainnya, karena mampu mengubah emisi karbon menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Uji coba teknologi CCU telah berhasil dilakukan selama satu tahun penuh di PT Petrokimia Gresik, menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Dalam evaluasi terbaru selama satu hingga dua bulan terakhir, emisi dari salah satu cerobong fasilitas tersebut berhasil dikurangi hingga 94 persen. Pencapaian ini membuktikan efektivitas teknologi CCU dalam menekan dampak lingkungan.
Advertisement
Menariknya, proses CCU tidak hanya fokus pada pengurangan emisi semata, tetapi juga mampu menghasilkan produk turunan yang berharga seperti soda ash dan baking soda. Produk-produk ini memiliki nilai ekonomi yang signifikan, memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan perekonomian nasional. Inovasi ini membuka peluang baru bagi industri.
Sumber: AntaraNews