PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) baru-baru ini menerima penghargaan bergengsi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup atas dedikasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.
Pencapaian ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun emas atau 50 tahun kehadiran Bridgestone di Indonesia. Fasilitas manufaktur Bridgestone di Karawang menjadi sorotan utama atas implementasi standar lingkungan yang tinggi.
Penghargaan PROPER Emas ini menegaskan komitmen Bridgestone Indonesia untuk tidak hanya mematuhi regulasi lingkungan, tetapi juga melampaui ketaatan melalui berbagai inovasi. Perusahaan terus berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar dan keberlanjutan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Lingkungan Bridgestone di Karawang
Fasilitas Bridgestone di Karawang telah mengimplementasikan inovasi canggih bernama Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS). Sistem ini berbasis SCADA IoT yang dirancang untuk mengendalikan operasional secara presisi.
CMEMS secara spesifik menargetkan unit Mixing, yang diidentifikasi sebagai penyumbang emisi terbesar berdasarkan analisis Life Cycle Assessment (LCA). Implementasi sistem ini menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam upaya pengurangan dampak lingkungan.
Melalui CMEMS, Bridgestone berhasil menurunkan konsumsi energi secara drastis dari 6,20 GWh per tahun menjadi 4,90 GWh per tahun. Penurunan ini setara dengan pemangkasan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 475,92 ton CO2e per tahun tanpa memindahkan dampak lingkungan ke proses kerja lainnya.
Advertisement
Pencapaian ini sangat penting karena dilakukan tanpa memindahkan dampak lingkungan ke proses kerja lainnya, menunjukkan pendekatan holistik dalam manajemen energi. Inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen Bridgestone terhadap efisiensi sumber daya.
Advertisement
Kontribusi Konservasi dan Masyarakat
Di luar area operasional pabrik, Bridgestone Indonesia Karawang Plant aktif menjalankan Program Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment (RISE). Program ini berfokus pada perluasan skala konservasi Hutan Sanggabuana di Jawa Barat.
Melalui program RISE, perusahaan melakukan restorasi ekosistem dengan menciptakan koridor pakan bagi primata langka, owa jawa. Upaya ini menunjukkan kepedulian Bridgestone terhadap perlindungan keanekaragaman hayati lokal.
Untuk memantau pertumbuhan pohon secara real-time, Bridgestone menggunakan teknologi canggih seperti Biotagging (Kode QR) dan Avenza Map. Penggunaan teknologi ini memastikan efektivitas dan akuntabilitas program konservasi.
Advertisement
Kementerian Lingkungan Hidup menilai Bridgestone Indonesia konsisten dalam mengelola dampak lingkungan secara efektif dan efisien. Ini mencakup pengelolaan sisa hasil produksi, minimisasi polusi, penggunaan energi terbarukan, serta upaya konservasi lingkungan.
Advertisement
Makna PROPER Emas dan Kriteria Penilaian
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa PROPER bukan hanya alat evaluasi administratif semata. Beliau menegaskan bahwa “PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.”
Menurut hasil penilaian PROPER, sebanyak 282 perusahaan berhasil mencapai kategori melampaui ketaatan. Angka ini terdiri atas 39 perusahaan yang meraih peringkat Emas dan 243 perusahaan yang mendapatkan peringkat Hijau.
PROPER mencakup pengawasan penaatan perusahaan, penerapan keterbukaan dalam pengelolaan lingkungan, dan pelibatan masyarakat. Selain itu, PROPER juga mengevaluasi pelaksanaan kewajiban perusahaan untuk menyampaikan informasi terkait pengelolaan lingkungan.
Advertisement
Kriteria penilaian peringkat PROPER yang melampaui ketaatan meliputi penerapan sistem manajemen lingkungan, upaya efisiensi energi, dan penurunan emisi. Penilaian juga mencakup implementasi Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam penanganan limbah B3 dan non-B3, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta program pengembangan masyarakat.
Sumber: AntaraNews