Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedang mempersiapkan rencana pembangunan Museum Tionghoa. Langkah ini diambil untuk semakin menguatkan peran Mentok sebagai kota sejarah yang kaya akan nilai-nilai budaya di Babel. Inisiatif ini diharapkan dapat melestarikan warisan sejarah dan budaya komunitas Tionghoa di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meninjau bangunan bekas Sekolah Chung Hua. Lokasi ini berada di permukiman dekat Pasar Mentok dan dinilai strategis untuk dijadikan museum. Perencanaan matang akan dilakukan agar bangunan bersejarah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keberadaan Museum Tionghoa Mentok sangat penting untuk menampung berbagai koleksi benda bernilai sejarah, khususnya yang berkaitan dengan warga Tionghoa di Bangka. Museum ini juga diharapkan menjadi simbol pengikat kebersamaan serta mendukung sektor pariwisata di Bangka Barat.
Advertisement
Advertisement
Sejarah Panjang dan Kerukunan Etnis Tionghoa di Bangka
Kehadiran warga peranakan Tionghoa di Pulau Bangka memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari aktivitas pertambangan bijih timah. Sekitar 300 tahun lalu, mereka datang langsung dari beberapa provinsi di China untuk bekerja sebagai penambang bijih timah.
Seiring perkembangannya, komunitas Tionghoa hidup berdampingan dengan rukun dan penuh toleransi bersama warga lokal serta etnis lainnya di Pulau Bangka. Kerukunan hidup antaretnis ini menjadi contoh kuatnya toleransi dan kebersamaan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, M Ferhad Irvan, menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan sejarah serta nilai-nilai positif ini. Oleh karena itu, kehadiran Museum Tionghoa di Mentok diharapkan menjadi simbol pengikat kebersamaan sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.
Advertisement
Advertisement
Revitalisasi Bangunan Bersejarah Sekolah Chung Hua
Upaya pembangunan Museum Tionghoa akan memanfaatkan bangunan bekas Sekolah Chung Hua Mentok yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2023. Bangunan ini memiliki nilai sejarah panjang bagi warga Tionghoa di Mentok sebagai peninggalan masa kolonial. Revitalisasi ini diharapkan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pihak terkait.
Sekolah Chung Hua merupakan simbol penting pendidikan modern bagi komunitas Tionghoa peranakan di wilayah tersebut. Bangunan ini secara arsitektural memadukan gaya unik, mengadopsi gaya Eropa dengan sentuhan ornamen khas China, serta mengikuti langgam Indische.
Material dindingnya terbuat dari bata merah yang kokoh, dilengkapi atap genteng tanah liat dengan rangka kayu dan detail profil khas tradisional China. Pada awal abad ke-20, bangunan semacam ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi konstruksi, tetapi juga representasi status sosial dan keterbukaan terhadap multikulturalisme.
Advertisement
Sekolah Chung Hua, atau Zhong Hua Xue Xiao dalam bahasa Mandarin, didirikan pada 8 September 1906 oleh Luitenant Lim A Pat. Pendiriannya berada di bawah naungan organisasi Tiong Hoa Hwee Koan (THHK), sebuah gerakan sosial yang lahir di Batavia pada tahun 1900 dengan misi memperkuat pendidikan, budaya, dan identitas Tionghoa. Keberadaan sekolah ini menarik karena berdiri sekitar dua tahun sebelum berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908, menunjukkan kesadaran pendidikan modern yang lebih dahulu berkembang di komunitas Tionghoa.
Sumber: AntaraNews