Bupati Sigi Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Awal Syawal 1447 H

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menyerukan masyarakat untuk menjaga persatuan dan saling menghargai di tengah perbedaan awal Syawal 1447 H, menegaskan bahwa perbedaan bukanlah pemicu perpecahan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Sigi Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Awal Syawal 1447 H
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menyerukan masyarakat untuk menjaga persatuan dan saling menghargai di tengah perbedaan awal Syawal 1447 H, menegaskan bahwa perbedaan bukanlah pemicu perpecahan. (AntaraNews)

Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh Rizal Intjenae, mengajak seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk tetap menjaga persatuan. Ajakan ini disampaikan menyikapi adanya perbedaan penetapan awal Syawal 1447 Hijriah yang berpotensi menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

Rizal Intjenae menekankan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya Idul Fitri seharusnya tidak menjadi masalah, melainkan harus dipandang sebagai perekat yang lebih kuat antarwarga. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling menghargai pilihan masing-masing dalam merayakan Idul Fitri.

Pernyataan ini disampaikan Rizal saat ditemui awak media di Sigi pada Jumat, 20 Maret. Momentum ini menjadi penting mengingat adanya perbedaan jadwal pelaksanaan salat Idul Fitri antara beberapa kelompok masyarakat dan keputusan resmi pemerintah.

Menghargai Perbedaan Penetapan Idul Fitri

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan masyarakat yang memilih untuk melaksanakan salat Idul Fitri lebih awal dari keputusan resmi pemerintah. Menurutnya, hal ini adalah bagian dari keberagaman yang harus disikapi dengan bijak dan penuh toleransi.

Ia secara lugas menyatakan, "Hanya yang sudah berlebaran hari ini silakan dan yang melaksanakan shalat Idul Fitri besok juga bisa saling menghargai." Pesan ini menggarisbawahi pentingnya sikap saling menghormati di tengah perbedaan keyakinan dan praktik keagamaan.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama telah menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah melaksanakan salat Idul Fitri sehari sebelumnya, yakni pada 20 Maret 2026.

Pentingnya Kebersamaan dan Persaudaraan

Rizal Intjenae menuturkan bahwa perbedaan penentuan waktu Hari Raya Idul Fitri di masyarakat tidak perlu menjadi persoalan yang dapat memicu perpecahan. Ia mengajak masyarakat untuk fokus pada nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi esensi dari perayaan Idul Fitri.

Menurutnya, masyarakat harus saling menghargai apabila terjadi perbedaan, sehingga yang terpenting dalam menjaga hubungan tersebut adalah kebersamaan dan persaudaraan. Sikap ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antarwarga di Kabupaten Sigi.

Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah bersinergi dalam memastikan keamanan masyarakat selama momentum Idul Fitri. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif dan damai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi