Vihara Silaparamita Jaktim Matangkan Persiapan Imlek 2026, Fokus pada Kebersihan dan Kebersamaan

Vihara Silaparamita di Jakarta Timur telah mematangkan berbagai persiapan Imlek 2026, mulai dari kerja bakti hingga ibadah utama, demi menyambut Tahun Baru dengan penuh makna.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Vihara Silaparamita Jaktim Matangkan Persiapan Imlek 2026, Fokus pada Kebersihan dan Kebersamaan
Vihara Silaparamita di Jakarta Timur telah mematangkan berbagai persiapan Imlek 2026, mulai dari kerja bakti hingga ibadah utama, demi menyambut Tahun Baru dengan penuh makna. (AntaraNews)

Vihara Silaparamita yang berlokasi di Cipinang, Jakarta Timur, telah memulai serangkaian persiapan intensif untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus serta umat, memastikan kelancaran dan kekhidmatan perayaan. Fokus utama persiapan Imlek Vihara Silaparamita adalah pada aspek kebersihan dan spiritualitas mendalam.

Sejak awal Februari, tepatnya pada tanggal 7 Februari, kerja bakti massal telah dilakukan secara menyeluruh di area vihara. Proses ini mencakup pembersihan altar, rupang, serta seluruh sudut bangunan. Ketua Vihara Silaparamita, Ferry Oranto, menjelaskan bahwa tradisi bersih-bersih ini melambangkan penyucian diri dan lingkungan, menjadi bagian penting dari ritual tahunan.

Puncak perayaan akan ditandai dengan pelaksanaan ibadah utama pada malam pergantian tahun Imlek, yang jatuh pada Senin (16/2) besok. Ibadah ini dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Rangkaian acara ini diharapkan dapat memberikan makna spiritual yang mendalam bagi seluruh umat yang hadir, mempererat tali silaturahmi antar jemaat.

Tradisi Pembersihan dan Makna Spiritual Imlek

Persiapan Imlek di Vihara Silaparamita selalu diawali dengan kegiatan kerja bakti yang melibatkan banyak pihak, dari pengurus hingga umat. Proses ini bukan sekadar membersihkan fisik bangunan, melainkan juga memiliki makna filosofis mendalam sebagai simbol penyucian diri dan lingkungan. Tradisi ini menunjukkan komitmen kuat umat dalam menyambut tahun baru dengan hati yang bersih.

Selain kerja bakti, Vihara Silaparamita juga rutin menggelar Upacara Tepekong Naik, yang dilaksanakan pada tanggal 24 bulan 12 dalam kalender Imlek. Hari tersebut dikenal sebagai momentum penting bagi umat untuk membersihkan tempat ibadah dan rumah masing-masing. Ferry Oranto menegaskan bahwa rangkaian persiapan Imlek ini rutin dilakukan setiap tahun tanpa perbedaan signifikan, menjaga konsistensi tradisi.

Konsistensi dalam menjalankan persiapan Imlek Vihara Silaparamita ini menunjukkan dedikasi umat dan pengurus dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan. Umat diharapkan dapat merasakan kedamaian dan kesucian dari setiap tahapan persiapan yang dilakukan. Semua upaya ini bertujuan menciptakan suasana yang kondusif untuk ibadah.

Rangkaian Ibadah dan Perayaan Kebersamaan

Ibadah utama Tahun Baru Imlek di Vihara Silaparamita akan berlangsung pada malam pergantian tahun, menjadi puncak dari seluruh persiapan yang telah dilakukan. Vihara yang menganut aliran Tridharma ini secara rutin menyelenggarakan ibadah malam Imlek setiap tahun. Ini adalah bentuk rasa syukur dan doa menyambut tahun baru.

Setelah persembahyangan, umat akan mengikuti ceramah keagamaan untuk memperdalam pemahaman spiritual mereka. Acara kebersamaan juga telah disiapkan oleh pengurus, termasuk pembagian hadiah (doorprize) dan bingkisan, yang bertujuan menciptakan suasana kekeluargaan dan kegembiraan. Hal ini memperkaya pengalaman perayaan Imlek.

Perayaan Cap Go Meh, yang jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek, akan menjadi momen kebersamaan yang lebih meriah. Pada perayaan ini, umat biasanya menikmati makan bersama dan menyaksikan pertunjukan barongsai yang atraktif. Ferry menyebutkan bahwa Cap Go Meh adalah salah satu agenda yang paling dinantikan umat karena selain ibadah, juga diisi dengan hiburan budaya dan silaturahmi.

Antusiasme Umat dan Kapasitas Vihara

Vihara Silaparamita memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung umat dalam perayaan hari besar keagamaan. Ferry Oranto mengungkapkan bahwa vihara ini dapat menampung hingga 800 sampai 1.000 orang, mencakup area atas dan bawah. Kapasitas besar ini menunjukkan kesiapan vihara untuk acara-acara penting.

Namun, untuk malam Imlek, jumlah umat yang hadir cenderung lebih sedikit dibandingkan perayaan Waisak atau hari besar lainnya. Biasanya sekitar 150 hingga 200 orang yang mengikuti ibadah malam Imlek. Ini dikarenakan banyak umat memilih merayakan malam tahun baru bersama keluarga di rumah masing-masing.

Meskipun demikian, jumlah jemaah pada malam Imlek tetap lebih ramai dibandingkan ibadah rutin mingguan. Ibadah rutin setiap hari Minggu hanya dihadiri sekitar 90 hingga 100 orang. Hal ini menunjukkan adanya antusiasme khusus umat dalam mengikuti persiapan Imlek Vihara Silaparamita dan ibadah khusus Tahun Baru Imlek.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi