Tanggul Kalimalang Jebol, Banjir Karawang Rendam Ratusan Rumah di Telukjambe Barat

Banjir Karawang melanda wilayah Telukjambe Barat setelah tanggul Sungai Kalimalang jebol, merendam ratusan rumah warga dan memaksa evakuasi. Simak detail penanganan darurat serta imbauan bagi masyarakat terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tanggul Kalimalang Jebol, Banjir Karawang Rendam Ratusan Rumah di Telukjambe Barat
Banjir Karawang melanda wilayah Telukjambe Barat setelah tanggul Sungai Kalimalang jebol, merendam ratusan rumah warga dan memaksa evakuasi. Simak detail penanganan darurat serta imbauan bagi masyarakat terdampak. (AntaraNews)

Bencana banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada hari Jumat. Peristiwa ini terjadi menyusul jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di daerah tersebut, yang mengakibatkan luapan air merendam permukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Usep Supriatna, segera mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa petugas telah mengerahkan perahu untuk membantu proses evakuasi warga terdampak. Situasi darurat ini memerlukan respons cepat dari berbagai pihak untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.

Sekitar 400 keluarga di Dusun Cisalak, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, dilaporkan terdampak langsung oleh banjir ini. Ketinggian air yang mencapai 50-70 sentimeter terus mengalami peningkatan seiring derasnya buangan air akibat tanggul yang jebol, mengancam keselamatan dan harta benda warga.

Kronologi dan Dampak Parah Banjir Karawang

Jebolnya tanggul Sungai Kalimalang menjadi pemicu utama Banjir Karawang yang melanda Telukjambe Barat. Titik tanggul yang jebol berlokasi di wilayah Telukjambe Barat, dengan lebar sekitar 5 meter, menyebabkan air sungai meluap secara signifikan.

Luapan air yang deras kemudian mengalir ke sipon saluran sekunder Cisalak, sebelum akhirnya merendam kawasan permukiman warga. Dusun Cisalak di Desa Margakaya menjadi salah satu area yang paling parah terdampak, di mana ratusan rumah terendam air.

Informasi awal menunjukkan bahwa sekitar 400 keluarga harus menghadapi dampak langsung dari bencana ini. Ketinggian air yang awalnya berkisar 50 hingga 70 sentimeter, terus menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari warga serta respons cepat dari tim penanggulangan bencana.

Upaya Penanganan Darurat dan Koordinasi Lintas Sektor

Menyikapi kondisi darurat ini, BPBD Karawang telah mengambil langkah-langkah cepat untuk penanganan. Kepala BPBD Karawang, Usep Supriatna, mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. Selain itu, warga juga diminta mengamankan kendaraan dan barang berharga.

Dalam penanganan darurat di lokasi Banjir Karawang, BPBD Karawang telah berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk Perum Jasa Tirta II (PJT II) Jatiluhur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Koordinasi ini penting untuk memastikan penanganan tanggul dan aliran air berjalan efektif.

Material penanganan tanggul berupa bronjong dan karung pasir telah segera dikirimkan ke lokasi kejadian. Pengiriman material ini bertujuan untuk mencegah luapan air semakin meluas dan mempercepat perbaikan tanggul yang jebol. BPBD juga telah meminta pihak PJT II Jatiluhur untuk menutup satu pintu bendungan yang mengaliri air ke sungai tersebut guna mengurangi debit air.

Tinjauan Langsung Bupati dan Apresiasi Terhadap Bantuan

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, segera melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak jebolnya tanggul Sungai Kalimalang. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan penanganan berjalan optimal.

Bupati Aep menjelaskan bahwa setelah menerima laporan sekitar pukul 09:20 WIB mengenai pengikisan tanggul sungai, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR), BPBD, Dinas Sosial, serta PJT II Jatiluhur. Respons cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, PJT II, BBWS, serta segenap pihak terkait lainnya. Beliau menggarisbawahi kecepatan tanggap mereka dalam menghadapi situasi darurat seperti Banjir Karawang ini, yang sangat membantu upaya mitigasi dan penanganan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi