Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, melaporkan bahwa sebanyak 1.377 warga terdampak banjir bandang yang melanda Pulau Siau. Bencana alam ini terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, dini hari, menyebabkan kerugian signifikan bagi masyarakat setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, menjelaskan bahwa total warga terdampak tersebut tersebar di empat kecamatan berbeda di Pulau Siau. Data menunjukkan bahwa 472 kepala keluarga merasakan dampak langsung dari peristiwa banjir bandang tersebut.
Sebagian dari warga yang terdampak memilih untuk mengungsi secara mandiri, sementara yang lain mencari perlindungan di fasilitas umum. Beberapa lokasi pengungsian meliputi gereja-gereja serta bangunan lain yang dianggap aman dari ancaman bencana.
Advertisement
Advertisement
Sebaran Dampak Banjir di Berbagai Kecamatan
Banjir bandang Pulau Siau telah menyebabkan dampak yang meluas di beberapa wilayah administratif. Kecamatan Siau Barat Selatan menjadi salah satu area dengan jumlah warga terdampak cukup tinggi, meliputi kampung/kelurahan Batusenggo, Laghaeng, dan Makoa.
Di Kecamatan Siau Barat Selatan, tercatat sebanyak 563 orang dari 197 kepala keluarga mengalami dampak langsung dari bencana ini. Angka tersebut menunjukkan skala kerusakan yang cukup besar di wilayah tersebut.
Selain itu, Kecamatan Siau Barat juga turut merasakan dampak signifikan dengan 494 orang dari 160 kepala keluarga terdampak. Wilayah ini mencakup kampung/kelurahan Paniki, Peling, Bumbiha, dan Paseng yang kini tengah dalam masa pemulihan.
Advertisement
Dampak banjir bandang Pulau Siau juga menjangkau Kecamatan Siau Timur, khususnya di kampung/kelurahan Bahu, dengan 309 orang dari 111 kepala keluarga terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Siau Timur Selatan, kampung/kelurahan Bandil mencatat 11 orang dari 4 kepala keluarga yang juga terkena dampak.
Advertisement
Ratusan Warga Mengungsi Mencari Perlindungan
Akibat parahnya banjir bandang Pulau Siau, total 581 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian yang lebih aman. Proses evakuasi dan penampungan pengungsi terus dilakukan oleh pihak berwenang dan relawan.
Sonny Belseran dari BPBD Kepulauan Sitaro merinci sebaran pengungsi berdasarkan kecamatan. Di Kecamatan Siau Timur, terdapat 258 orang yang mengungsi, menunjukkan kebutuhan mendesak akan bantuan di area tersebut.
Selanjutnya, Kecamatan Siau Barat mencatat 219 orang pengungsi, sementara Kecamatan Siau Barat Selatan memiliki 104 orang pengungsi. Data ini menjadi dasar bagi penyaluran bantuan dan logistik yang tepat sasaran.
Advertisement
Beberapa lokasi telah difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi. Lokasi-lokasi ini antara lain Gereja GMIST Eden, Gereja KGPM Batusenggo, Gereja GMIST Betel, Gereja Filadelfia, Gereja GPKAI Peling, Pos I Peling, Gereja Bethabara Paseng, Gereja Advent, dan Posko Museum Bahu.
Sumber: AntaraNews