Sudin SDA Jakbar Pastikan Kolam Olakan Kosong, Kunci Antisipasi Banjir Jakarta Barat

Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat mengambil langkah proaktif dengan memastikan kolam olakan kosong dan menyiapkan ratusan pompa untuk Antisipasi Banjir Jakarta Barat, siap menampung curah hujan tinggi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sudin SDA Jakbar Pastikan Kolam Olakan Kosong, Kunci Antisipasi Banjir Jakarta Barat
Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat mengambil langkah proaktif dengan mengosongkan kolam olakan utama guna Antisipasi Banjir Jakarta Barat, memastikan kesiapan menghadapi musim hujan dan meminimalisir genangan. (AntaraNews)

Jakarta Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat memastikan sejumlah kolam olakan, yang berfungsi sebagai penampung genangan air, berada dalam kondisi kosong. Langkah ini merupakan strategi utama untuk mengantisipasi potensi banjir yang kerap melanda wilayah ibu kota.

Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menjelaskan bahwa pengosongan kolam dilakukan jauh sebelum hujan deras turun. Tujuannya adalah agar kolam-kolam tersebut siap menampung volume air yang besar saat curah hujan meningkat, memaksimalkan fungsi penampungan air.

Kesiapan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak genangan air di berbagai titik rawan Jakarta Barat. Namun, Purwanti juga menekankan bahwa efektivitas kolam olakan sangat bergantung pada tidak adanya banjir kiriman dari hulu atau fenomena pasang air laut yang ekstrem.

Fokus Pengosongan Kolam Olakan untuk Jakarta Barat

Strategi utama Sudin SDA Jakarta Barat dalam antisipasi banjir Jakarta Barat adalah memastikan kolam olakan berfungsi optimal. Kolam-kolam ini dirancang untuk menampung genangan air sebelum dialirkan secara bertahap ke kali-kali terdekat, mengurangi beban saluran drainase utama.

Purwanti Suryandari menegaskan pentingnya kondisi kolam yang kosong agar siap menerima air hujan secara maksimal. "Selagi belum turun hujan, kolam dikosongkan, agar saat hujan tiba, kolam itu siap menampung air," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Beberapa kolam olakan utama yang menjadi fokus perhatian Sudin SDA Jakarta Barat tersebar di berbagai lokasi strategis. Kolam di Jalan Kedoya Raya (Green Garden) misalnya, berperan vital dalam menampung genangan dari Jalan Panjang sebelum mengalirkannya ke Kali Pisang, lalu ke Kali Angke.

Selain itu, terdapat pula kolam olakan di Jalan Pangeran Tubagus Angke (Wijaya Kusuma), Jalan Kebun Raya (Duri Kerapa), serta Kolong Tol Meruya (Meruya Utara). Semua titik ini dipantau secara berkala untuk memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi.

Dukungan Infrastruktur Pompa Air dalam Antisipasi Banjir

Selain mengandalkan kolam olakan, Sudin SDA Jakarta Barat juga memperkuat sistem antisipasi banjir Jakarta Barat dengan dukungan infrastruktur pompa air yang masif. Sebanyak 49 rumah pompa dioperasikan, didukung oleh total sekitar 152 unit pompa air yang siap siaga.

Tidak hanya pompa stasioner, Sudin SDA juga menyiagakan pompa mobile atau trailer sebanyak 70 unit. Pompa-pompa ini telah disebar ke titik-titik yang diidentifikasi rawan genangan, seperti di Kelurahan Rawa Buaya dan Kamal, untuk penanganan cepat saat terjadi genangan.

Fleksibilitas penanganan genangan juga ditingkatkan dengan ketersediaan 60 unit pompa apung. Pompa-pompa ini didistribusikan ke setiap kecamatan di Jakarta Barat, memungkinkan setiap wilayah untuk langsung melakukan penyedotan air begitu hujan turun.

Menurut Purwanti, distribusi pompa apung ini memastikan respons yang cepat dan efektif di tingkat lokal. "Jadi, saat hujan turun, masing-masing kecamatan dapat langsung melakukan penyedotan air menggunakan pompa apung tersebut," jelasnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi