Identitas Pembunuh Anak Politisi PKS Terungkap dari Bercak Darah di Pisau

Polisi akhirnya mengidentifikasi pelaku di balik pembunuhan anak dari politisi PKS, Maman Suherman.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Identitas Pembunuh Anak Politisi PKS Terungkap dari Bercak Darah di Pisau
Jumpa pers rilis kasus pembunuhan anak politisi PKS Maman Suherman. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama) (© 2026 Liputan6.com)

Kepolisian mengungkap identitas pelaku pembunuhan MAMH (9), anak dari politisi PKS Maman Suherman, berkat analisis terhadap sisa bercak darah ditemukan di pisau. Pelaku terlibat dalam kasus pembunuhan ini diketahui bernama HA (31), seorang pencuri memiliki spesialisasi dalam merampok rumah mewah.

Sebelumnya, Puslabfor Mabes Polri telah mengumpulkan berbagai bukti di lokasi kejadian, termasuk rekaman CCTV dari tetangga yang berada di sekitar rumah Maman Suherman.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, menjelaskan bahwa kepolisian mendapatkan ciri-ciri fisik pelaku melalui rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku masuk ke rumah pada pukul 13.17 WIB.

"Kami menguatkan bahwa pada saat kejadian, CCTV di rumah korban ini mati, tapi kita tidak putus di situ, kita mendapatkan CCTV bukti petunjuk dari CCTV lingkungan tetangga," kata Dian dalam konferensi pers di Polda Banten, Senin (5/1).

Rekaman CCTV menunjukkan pelaku memasuki rumah Maman Suherman pada pukul 13.17 WIB dan keluar pada pukul 13.42 WIB. Dalam video tersebut, pelaku tampak menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna biru hitam tanpa nomor polisi, serta mengenakan helm biru, jaket hitam, sepatu safety, dan celana jeans.

Pelaku akhirnya ditangkap saat berusaha menyatroni rumah mantan anggota DPRD Cilegon pada Jumat (2/1). Dari penangkapan tersebut, kepolisian menemukan pisau sepanjang 24 cm ternyata memiliki bercak darah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya keluar pada Minggu (4/1) dan menunjukkan adanya kecocokan DNA dengan korban MAMH.

"Profil DNA manusia yang dianalisis dari bercak darah pada satu bilah pisau, bercak darah pada barang bukti tersebut berasal dari korban MAMH," kata Ditreskrimum Polda Banten, Dian Setiawan, Senin (5/1).

Tersangka HA diketahui berangkat dari kontrakannya di Perumahan Bumi Rajata Asri menuju BBS 3 Cilegon menggunakan sepeda motor pada Selasa, 16 Desember 2025.

Dalam aksinya, tersangka HA juga membawa pisau, kunci pas yang telah dimodifikasi, lakban, dan mengenakan masker. Dia memilih rumah target secara acak dan saat berada di dalamnya, tersangka melakukan tindakan keji dengan menusuk anak berusia 9 tahun tersebut sebanyak 19 kali menggunakan senjata tajam dan 3 kali dengan benda tumpul.

Setelah menghabisi nyawa anak kelas 4 SD tersebut, pelaku melarikan diri ke sebuah musala untuk membersihkan diri dan kemudian pergi ke sekitar Pasar Kelapa untuk membuang barang bukti.

"Tersangka menuju musala untuk mencuci sarung tangan, pisau, dan celana. Selanjutnya membuang jaket, celana, helm, masker, tas, lakban, dan sepatu. Kemudian tersangka pulang ke rumah kontrakan," jelas dia.

Pelaku Ditemukan di Rumah Mantan Anggota DPRD Cilegon

Polres Cilegon menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi pelaku pembunuhan MAMH, yang merupakan anak dari politikus PKS, Maman Suherman.

Pada hari Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, pihak kepolisian menerima laporan mengenai sosok mencurigakan di sekitar kediaman Roisudin Sayuti, mantan anggota DPRD Cilegon selama dua periode, yang berlokasi di Ciwedus.

Pembantu yang merasa terancam berhasil melarikan diri dari dalam rumah meskipun sempat dikejar oleh pelaku. Sejurus kemudian, aparat kepolisian, termasuk tim Brimob bersenjata laras panjang, melakukan penyisiran di lokasi tersebut sekitar pukul 13.15 WIB. Akhirnya, pelaku bernama HA berhasil ditangkap saat bersembunyi di bawah kolong mobil.

"Selanjutnya pelaku diamankan dan dilakukan pemeriksaan, kemudian ditemukan pisau, kunci pas hingga sarung tangan," kata Dian.

Lokasi pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon (Foto: Yandhi/Liputan6.com)
Lokasi pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon (Foto: Yandhi/Liputan6.com)
Rekomendasi