Terobosan Undip dan Pemkab Pemalang: Bangun Rumah Desalinasi Air Payau untuk Warga Pesisir

Universitas Diponegoro dan Pemkab Pemalang meresmikan Rumah Desalinasi Air Payau, solusi inovatif penuhi kebutuhan air bersih masyarakat pesisir Pemalang yang selama ini kesulitan akses.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terobosan Undip dan Pemkab Pemalang: Bangun Rumah Desalinasi Air Payau untuk Warga Pesisir
Universitas Diponegoro (Undip) bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang meresmikan **Rumah Desalinasi Air Payau** di dua desa pesisir, menawarkan solusi inovatif untuk kebutuhan air bersih masyarakat. (AntaraNews)

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang baru-baru ini meresmikan rumah desalinasi air payau. Fasilitas ini berlokasi strategis di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang, tepatnya di Desa Blendung dan Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami. Pembangunan ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat setempat.

Peresmian fasilitas ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan keterbatasan sumber air layak konsumsi di daerah pesisir. Masyarakat di kedua desa tersebut seringkali menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau panjang. Kehadiran rumah desalinasi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

Rumah desalinasi air payau tersebut dirancang khusus untuk mengolah air payau yang melimpah di wilayah pesisir. Tujuannya adalah menjadikannya air minum yang aman dan layak dikonsumsi. Proyek kolaborasi ini tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup warga. Ini adalah wujud nyata penerapan Tridharma Perguruan Tinggi oleh Undip.

Solusi Air Bersih Inovatif dengan Teknologi Desalinasi

Rumah desalinasi air payau yang dibangun oleh Undip dan Pemkab Pemalang ini dilengkapi dengan teknologi canggih untuk mengubah air payau menjadi air tawar. Mesin desalinasi yang terpasang memiliki kapasitas produksi yang cukup signifikan. Fasilitas ini mampu menghasilkan sekitar 200 galon air bersih setiap harinya, siap dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Kapasitas produksi yang besar ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar air minum warga Desa Blendung dan Desa Kaliprau. Keberadaan Rumah Desalinasi Air Payau Pemalang ini menjadi krusial, terutama untuk mengurangi ketergantungan pasokan air dari wilayah lain. Hal ini sangat membantu, khususnya saat wilayah pesisir mengalami musim kemarau panjang.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menyatakan bahwa fasilitas ini adalah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi. Undip berupaya menghadirkan solusi berbasis riset yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di daerah pesisir. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana inovasi dapat diterapkan untuk kesejahteraan bersama.

Sinergi Undip dan Pemkab Pemalang untuk Pembangunan Daerah

Pembangunan Rumah Desalinasi Air Payau Pemalang ini juga menandai penguatan kerja sama antara Undip dan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepakatan antara Rektor Undip dan Bupati Pemalang, Anom Widyantoro. Kesepakatan tersebut mencakup sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui penerapan tridharma perguruan tinggi, Undip berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai persoalan mendasar di masyarakat. Ini memastikan hasil riset dan inovasi kampus dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.

Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama yang terjalin dengan Undip. Beliau menilai keberadaan rumah desalinasi air ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Selain itu, proyek ini juga membuka peluang pengembangan fasilitas serupa di desa-desa lain yang membutuhkan air bersih.

Bupati Anom Widyantoro juga menegaskan bahwa air hasil desalinasi telah diuji dan terbukti memiliki kualitas sangat baik serta layak dikonsumsi. "Air hasil desalinasi ini sudah kami coba dan kualitasnya sangat baik serta layak dikonsumsi. Ke depan, teknologi ini akan kami dorong untuk dikembangkan di wilayah lain," ujarnya. Undip dan Pemkab Pemalang berharap kerja sama ini terus berlanjut dan melahirkan program berdampak positif lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi