Polres Banjar Bergerak Cepat, Evakuasi Lansia dan Balita Terdampak Banjir Martapura

Polres Banjar sigap mengevakuasi puluhan warga, termasuk lansia dan balita, di lokasi terdampak banjir Martapura akibat luapan Sungai Martapura yang terjadi pada Senin malam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Banjar Bergerak Cepat, Evakuasi Lansia dan Balita Terdampak Banjir Martapura
Polres Banjar bergerak cepat dalam Evakuasi Banjir Martapura, mengevakuasi puluhan warga terdampak, termasuk lansia dan balita, di Kecamatan Martapura Timur akibat luapan sungai. Bagaimana kondisi terkini warga yang terdampak? (AntaraNews)

Polres Banjar, jajaran Polda Kalimantan Selatan, bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Martapura Timur. Prioritas evakuasi diberikan kepada lansia dan balita yang berada di lokasi rawan. Kejadian ini berlangsung pada Senin malam, 30 Desember, setelah intensitas hujan tinggi menyebabkan Sungai Martapura meluap.

Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, menyatakan bahwa tim gabungan telah dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga. Evakuasi dilakukan ke rumah keluarga atau tempat-tempat yang dianggap lebih aman dari ancaman banjir. Langkah sigap ini diambil untuk meminimalisir risiko dan dampak buruk bagi masyarakat.

Hingga Senin malam, tercatat 27 orang telah berhasil dievakuasi dari dua desa paling terdampak. Di antara mereka, tujuh adalah lansia dan tiga lainnya merupakan balita yang membutuhkan perhatian khusus. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai 60 sentimeter, mendekati pinggang orang dewasa, sehingga memerlukan tindakan cepat.

Upaya Evakuasi dan Kondisi Terkini di Martapura Timur

Tim SAR Samapta Polres Banjar bersama personel Polsek setempat aktif melakukan patroli dan evakuasi di Desa Dalam Pagar dan Desa Dalam Pagar Ulu. Kedua desa ini menjadi fokus utama penanganan karena dampak banjir yang paling parah. Petugas terus menyisir area terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak atau membutuhkan bantuan mendesak.

AKBP Dr. Fadli menekankan pentingnya respons cepat dalam menghadapi bencana banjir yang melanda. "Kami lakukan evakuasi ke rumah keluarganya atau tempat yang lebih aman," ujarnya, menegaskan komitmen Polres Banjar dalam melindungi masyarakat. Sebanyak 27 warga telah berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Data menunjukkan bahwa dari total warga yang dievakuasi, tujuh di antaranya adalah lansia dan tiga lainnya merupakan balita. Kelompok rentan ini menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penyelamatan. Ketinggian air yang mencapai sekitar 60 sentimeter menjadi perhatian serius bagi petugas di lapangan.

Warga yang memilih untuk tetap bertahan di rumahnya diimbau untuk selalu waspada dan siap dievakuasi jika kondisi memburuk. Peringatan ini disampaikan mengingat potensi kenaikan permukaan air yang masih mungkin terjadi. Koordinasi terus dilakukan antara aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Penyebab Banjir dan Imbauan Keselamatan Warga

Banjir yang melanda Kabupaten Banjar saat ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Martapura setelah curah hujan tinggi. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir telah meningkatkan debit air sungai secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan air meluap ke permukiman warga di sekitarnya.

Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, mengimbau seluruh warga yang terdampak untuk tetap berhati-hati. Beliau juga meminta masyarakat agar tidak ragu untuk dievakuasi apabila ketinggian air terus bertambah dan membahayakan keselamatan. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.

Tim gabungan dari Polres Banjar dan Polsek setempat akan terus memantau perkembangan situasi banjir. Patroli rutin akan terus dilakukan di lokasi terdampak untuk mengidentifikasi kebutuhan evakuasi tambahan. Kesiapsiagaan penuh ditunjukkan oleh aparat keamanan dalam menghadapi ancaman bencana alam ini.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang. Kerjasama antara warga dan petugas sangat penting untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif. Dengan demikian, dampak negatif dari bencana ini dapat diminimalisir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi