Polresta Tanjungpinang Perketat Antisipasi Kejahatan Nataru di Wilayah Rawan

Polresta Tanjungpinang meningkatkan pengamanan dan patroli untuk mengantisipasi maraknya kejahatan konvensional selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dengan fokus utama pada wilayah rawan kejahatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polresta Tanjungpinang Perketat Antisipasi Kejahatan Nataru di Wilayah Rawan
Polresta Tanjungpinang meningkatkan pengamanan dan patroli untuk mengantisipasi maraknya kejahatan konvensional selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dengan fokus utama pada wilayah rawan kejahatan. (AntaraNews)

Polresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri), mengambil langkah antisipatif guna mencegah peningkatan kejahatan konvensional selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peningkatan pengamanan dan patroli difokuskan pada area-area yang teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan tinggi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa libur panjang.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, menyatakan bahwa dari empat kecamatan yang ada, Kecamatan Tanjungpinang Timur menjadi prioritas utama dalam pengamanan Nataru. Wilayah ini dipilih karena merupakan area terpadat penduduk dengan aktivitas jemaat gereja yang paling banyak. Selain itu, tingkat kerawanan kejahatan konvensional di sana juga tergolong paling tinggi, khususnya di kawasan Ganet dan Bintan Center.

Jenis kejahatan yang sering terjadi di wilayah tersebut meliputi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan (curat), hingga penganiayaan. Oleh karena itu, Polresta Tanjungpinang berkomitmen untuk meningkatkan patroli secara terbuka maupun tertutup. Tujuannya adalah untuk menjamin keamanan serta kelancaran perayaan Nataru, terutama di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Fokus Pengamanan di Wilayah Rawan Kejahatan Konvensional

Kecamatan Tanjungpinang Timur menjadi titik fokus utama dalam upaya antisipasi kejahatan Nataru oleh Polresta Tanjungpinang. Wilayah ini memiliki kepadatan penduduk yang signifikan, sehingga aktivitas masyarakatnya sangat tinggi, terutama saat perayaan keagamaan seperti Natal. Banyaknya gereja di kecamatan ini juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penentuan prioritas pengamanan.

Menurut Kombes Pol Hamam Wahyudi, kawasan Ganet dan Bintan Center di Tanjungpinang Timur dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan kejahatan konvensional yang tinggi. Berbagai kasus kriminalitas sering dilaporkan dari area tersebut. Hal ini menuntut kewaspadaan ekstra dari aparat kepolisian untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Beberapa jenis kejahatan yang menjadi perhatian serius meliputi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga. Selain itu, pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan (curat) juga kerap terjadi, mengancam harta benda masyarakat. Tindak pidana penganiayaan juga masuk dalam daftar kejahatan yang diantisipasi, menunjukkan kompleksitas masalah keamanan di wilayah tersebut.

Strategi Patroli dan Sterilisasi Gereja untuk Keamanan Maksimal

Untuk menjamin keamanan selama Nataru, Polresta Tanjungpinang menerapkan strategi patroli ganda, yaitu patroli terbuka dan tertutup. Patroli terbuka dilakukan dengan kehadiran polisi berseragam di lokasi-lokasi strategis untuk memberikan rasa aman dan mencegah niat jahat. Sementara itu, patroli tertutup melibatkan petugas yang menyamar untuk memantau potensi kejahatan tanpa menarik perhatian.

Pengamanan gereja menjadi salah satu prioritas utama, mengingat tingginya aktivitas ibadah selama Natal. Pihak kepolisian telah menempatkan personel gabungan sebanyak 10 hingga 12 orang di setiap gereja yang ada di Tanjungpinang. Penempatan personel ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan memberikan perlindungan maksimal bagi jemaat yang beribadah.

Selain penempatan personel, Polresta Tanjungpinang juga melibatkan tim penjinak bom dari Polda Kepri. Tim khusus ini bertugas melakukan sterilisasi di setiap gereja. Sterilisasi dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah ancaman teror bom, memastikan bahwa seluruh lokasi ibadah aman dari segala bentuk bahaya selama perayaan Nataru.

Pengerahan Personel Gabungan dan Pengamanan Titik Vital

Sebanyak 291 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pengamanan Nataru kali ini, melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, dan berbagai unsur pendukung lainnya. Operasi pengamanan ini berlangsung selama 14 hari, dimulai sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Kolaborasi antarinstansi ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas keamanan.

Fokus pengamanan tidak hanya terbatas pada gereja, tetapi juga meluas ke berbagai titik aktivitas masyarakat lainnya. Tempat wisata, pelabuhan, dan bandara menjadi area vital yang mendapatkan perhatian khusus karena diprediksi akan ramai dikunjungi. Pengamanan di lokasi-lokasi ini bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi kerawanan yang mungkin timbul.

Selain itu, Polresta Tanjungpinang juga mengantisipasi fenomena balap liar yang kerap terjadi saat libur sekolah. Patroli dan penindakan akan ditingkatkan di area-area yang sering dijadikan lokasi balap liar. Kapolresta Hamam Wahyudi menegaskan bahwa seluruh lokasi mendapatkan pengamanan yang sama tanpa perbedaan, demi pelayanan optimal kepada masyarakat selama periode Nataru.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi