Pemkot Depok Imbau Warga Rayakan Tahun Baru Sederhana, Jauhi Euforia Berlebihan

Pemerintah Kota Depok mengeluarkan imbauan perayaan Tahun Baru agar tidak berlebihan, mengajak warga untuk merayakan dengan sederhana sebagai bentuk empati kepada sesama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Depok Imbau Warga Rayakan Tahun Baru Sederhana, Jauhi Euforia Berlebihan
Pemerintah Kota Depok mengeluarkan Imbauan Tahun Baru agar masyarakat merayakan pergantian tahun secara sederhana dan tidak berlebihan, sebagai bentuk empati kepada korban bencana di Sumatera. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok) secara resmi mengimbau seluruh lapisan masyarakatnya untuk tidak merayakan malam Tahun Baru secara berlebihan. Imbauan ini secara khusus menekankan agar warga menghindari penggunaan kembang api yang masif.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan langsung arahan tersebut pada Rabu, 25 Desember. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati mendalam kepada warga di Sumatera yang masih berjuang mengatasi dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Meskipun demikian, Pemkot Depok tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk merasakan kegembiraan dalam menyambut pergantian tahun. Perayaan diharapkan berlangsung sederhana, tertib, dan kondusif demi menjaga suasana aman di seluruh wilayah Depok.

Empati Terhadap Korban Bencana

Imbauan perayaan Tahun Baru sederhana dari Pemkot Depok ini bukan tanpa alasan kuat. Supian Suri menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan cerminan rasa empati terhadap saudara-saudara sebangsa di Sumatera yang sedang dilanda musibah. Kondisi mereka yang belum sepenuhnya pulih dari bencana banjir dan tanah longsor menjadi dasar utama seruan ini.

Langkah serupa juga telah diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang turut melarang pesta kembang api dan sejenisnya. Kebijakan ini menunjukkan adanya keselarasan pandangan antar pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi darurat di wilayah lain. Ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk menunjukkan solidaritas nasional.

Supian Suri menegaskan bahwa Pemkot Depok tidak mendorong adanya pesta besar yang bersifat euforia. Perayaan yang ada diharapkan bersifat relatif dan tidak menimbulkan kegembiraan berlebihan, melainkan tetap mengedepankan ketertiban dan saling menghormati kondisi saat ini. Masyarakat diajak untuk menatap tahun depan dengan optimisme untuk kemajuan Kota Depok.

Menjaga Ketertiban dan Kondusivitas Nataru

Untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Depok berjalan lancar, Wali Kota Supian Suri mengajak seluruh aparat keamanan untuk berkolaborasi. Unsur TNI dan Polri diminta untuk bersama-sama melakukan pemantauan serta pengawasan ketat.

Dukungan penuh dari aparat kepolisian dan TNI-Polri sangat diharapkan dalam memonitor situasi di lapangan. Selain itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas. Partisipasi aktif warga akan sangat membantu menciptakan suasana Nataru yang benar-benar aman dan tertib.

Meskipun ada imbauan untuk tidak berlebihan, Pemkot Depok tidak menutup ruang bagi masyarakat untuk bergembira. Kuncinya adalah merayakan dengan cara yang sederhana namun tetap bermakna, tanpa mengganggu ketertiban umum. Hal ini sejalan dengan harapan untuk menyongsong tahun baru dengan semangat positif dan penuh optimisme bagi kemajuan Kota Depok.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi