Duo kakak-beradik kebanggaan Indonesia, Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar, sukses mempersembahkan medali emas dan perunggu bagi kontingen Merah Putih. Prestasi gemilang ini diraih pada cabang olahraga jetski di hari terakhir kompetisi SEA Games 2025. Ajang bergengsi ini berlangsung di Pantai Jomtien, Chonburi, Thailand, Minggu (14/12).
Aero berhasil meraih medali emas pada nomor endurance open, sementara sang adik, Aqsa, menyumbangkan medali perunggu dari nomor runabout stock. Keberhasilan mereka menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan dalam olahraga jetski di tingkat regional. Pencapaian ini sekaligus menjadi penutup manis bagi perjuangan atlet jetski Indonesia di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
Kedua atlet ini telah lama menjadi ikon olahraga jetski Indonesia di kancah internasional. Mereka secara konsisten menunjukkan performa terbaiknya di berbagai turnamen. Medali yang mereka raih di SEA Games 2025 ini menambah panjang daftar prestasi yang telah diukir. Kontribusi mereka sangat berarti dalam mendongkrak perolehan medali Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Kakak Beradik di Arena Jetski Internasional
Aero Sutan Aswar menunjukkan kelasnya di nomor endurance open dengan performa yang sangat konsisten. Ia berhasil mengumpulkan total poin tertinggi, yaitu 1.132 dari tiga moto balapan yang sangat kompetitif. Kemenangan ini mengantarkannya meraih medali emas, mengalahkan pesaing kuat dari Thailand, Taparat Joesonnusont, yang harus puas dengan medali perak. Wakil Filipina, Marchael Buhisa, melengkapi podium dengan medali perunggu.
Performa Aero di SEA Games 2025 ini membuktikan kematangannya sebagai atlet jetski papan atas. Ia mampu menjaga ritme dan strategi balapan dengan baik sepanjang kompetisi. Hasil ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasinya dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang multievent sebesar SEA Games.
Sementara itu, Aqsa Sutan Aswar juga tidak kalah membanggakan dengan meraih medali perunggu di nomor runabout stock. Ia mencatatkan total 202 poin dari tiga moto balapan yang sangat ketat. Medali emas dan perak pada nomor ini berhasil direbut oleh atlet tuan rumah Thailand, Permphon Teerapatpanich dengan 233 poin dan Teera Settura dengan 204 poin.
Advertisement
Raihan perunggu oleh Aqsa ini menunjukkan daya saingnya di antara atlet-atlet terbaik Asia Tenggara. Meskipun belum meraih emas, kontribusinya tetap sangat berharga bagi Indonesia. Keberhasilan kedua kakak beradik ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan jetski regional.
Advertisement
Jejak Prestasi Gemilang di SEA Games dan Dunia
Pencapaian Aero dan Aqsa di SEA Games 2025 ini bukan kali pertama mereka mengharumkan nama bangsa. Mereka sebelumnya juga mengukir prestasi serupa di SEA Games 2023 yang diselenggarakan di Kamboja. Kala itu, Aero berhasil merebut medali emas dari nomor endurance runabout open, menunjukkan dominasinya di nomor tersebut.
Adiknya, Aqsa, juga tidak ketinggalan dengan menggondol dua medali perunggu pada SEA Games 2023. Medali tersebut diraihnya dari nomor endurance runabout open dan runabout stock. Konsistensi prestasi mereka di ajang SEA Games menjadi bukti bahwa mereka adalah atlet-atlet jetski dengan mental juara yang patut diacungi jempol.
Selain di SEA Games, Aero (31 tahun) dan Aqsa (28 tahun) juga memiliki rekam jejak yang mengesankan di kancah internasional. Aero adalah pemegang medali perak Asian Games 2018 dan pernah menjadi juara dunia jetski pada tahun 2014, 2016, dan 2019. Prestasinya di kejuaraan dunia membuktikan kualitasnya di level tertinggi olahraga jetski.
Advertisement
Aqsa juga memiliki segudang prestasi, termasuk medali emas Asian Games 2018. Sama seperti sang kakak, ia juga pernah menjadi kampiun di berbagai turnamen internasional, termasuk kejuaraan dunia jetski pada tahun 2018. Deretan gelar ini menjadikan mereka sebagai salah satu pasangan kakak beradik paling sukses di dunia jetski.
Sumber: AntaraNews