Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan banjir besar yang melanda Aceh dalam sepekan terakhir. Ia mengatakan distribusi bantuan kini jauh lebih lancar seiring mulai terbukanya kembali akses jalur darat ke sejumlah wilayah terdampak.
"Saya kurang lebih seminggu di sana. Bantuan-bantuan sudah sangat masif, termasuk ke daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi," kata Agus saat ditemui awak media di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/12).
Agus mengamini, pada awal penanganan, pengiriman bantuan sempat terhambat karena akses darat terputus akibat banjir. Selain itu, logistik pun hanya dapat dikirim melalui jalur udara menggunakan helikopter hingga pesawat Hercules.
"Tetapi sejak 2–3 Desember, kendaraan logistik (daret) kini sudah dapat menjangkau sebagian besar wilayah terdampak. Bantuan sudah hampir merata masuk ke daerah yang terdampak bencana,” terang Agus.
Advertisement
BNPB bergerak cepat
Agus menjelaskan, seluruh kementerian dan lembaga di bawah koordinasi BNPB bergerak cepat membantu masyarakat. Kementerian Sosial sendiri fokus menangani kebutuhan pengungsi melalui penyediaan logistik dan pemenuhan permakanan.
"Dalam kondisi tanggap darurat, yang dibutuhkan itu makanan, pakaian, kebutuhan ibu dan anak, tenda, selimut, kasur. Itu semua sudah masif dari Kemensos bersama kementerian lain," jelas Agus.
Meski logistik aman, ia mencatat masih ada masalah lain yang masih terjadi di lapangan seperti pemadaman listrik, kurangnya air bersih hingga terbatasnya pasokan BBM karena infrastruktur SPBU banyak yang rusak masih menjadi tantangan.
"Di Aceh Tamiang hanya satu pom bensin yang bisa digunakan. Jadi memang harus bersabar dalam proses distribusinya," ujarnya.
Advertisement
Kebutuhan dasar
Namun untuk urusan kebutuhan dasar yakni permakanan, Agus menjamin Kemensos mampu menangani dengan mendirikan lima dapur umum di Aceh Tamiang, terdiri dari satu dapur umum induk dan empat dapur umum mandiri. Dapur umum juga telah dibuka di sejumlah wilayah lain seperti Langkat dan beberapa daerah di Sumatera Barat.
Agus optimis, bantuan tambahan akan segera dikirim ke wilayah yang masih sulit diakses seperti Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
"Insyaallah jam 11 siang ini sudah bisa memasukkan logistik dan mendirikan dapur umum karena yang paling mendesak di sana adalah makanan dan air bersih," katanya.