Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara tegas mendorong lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia untuk memperbanyak gelaran kompetisi olahraga. Dorongan ini disampaikan di Jakarta pada Sabtu (06/12), sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menjaring dan mengembangkan talenta-talenta muda berbakat.
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih kompetitif sejak dini, memberikan kesempatan lebih luas bagi pelajar untuk mengasah kemampuan mereka. Erick Thohir meyakini bahwa dengan lebih banyak kompetisi, para atlet muda akan memiliki jam terbang yang lebih tinggi, fundamental penting untuk mencapai performa puncak.
Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pertandingan, tetapi juga mencakup sinergi antar kementerian terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan implementasi yang efektif dan terkoordinasi, serta menjamin masa depan para atlet pelajar melalui dukungan pendidikan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Ekosistem Kompetisi Olahraga di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Erick Thohir menekankan pentingnya integrasi kompetisi olahraga ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan. Ia menyatakan, "Nanti (ada) kebijakan bagaimana olahraga itu bisa juga dilakukan kompetisinya di sekolah, di SMA atau di perguruan tinggi." Langkah ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pembinaan atlet sejak usia dini.
Pihaknya tengah mempersiapkan daftar 21 cabang olahraga unggulan yang akan menjadi fokus utama. Sekolah-sekolah nantinya akan diwajibkan untuk memilih beberapa di antara cabang-cabang unggulan tersebut. Menpora mencontohkan keberhasilan negara lain, "Jepang bisa (melakukannya), China juga bisa, kenapa Indonesia tidak bisa melakukannya," ujarnya, optimis Indonesia mampu mengikuti jejak tersebut.
Peningkatan jumlah kompetisi olahraga di berbagai jenjang pendidikan diyakini akan secara signifikan membantu lahirnya atlet yang lebih berkualitas. Dengan lebih banyak kesempatan bertanding, para pelajar dapat mengukur kemampuan, belajar dari pengalaman, dan terus meningkatkan performa mereka di bidang olahraga.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Antar Kementerian dan Jaminan Masa Depan Atlet Pelajar
Menpora menyadari bahwa mewujudkan kebijakan ambisius ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh Kemenpora. Diperlukan sinergi kuat dengan kementerian lain yang bertanggung jawab atas lembaga-lembaga pendidikan. Kolaborasi ini penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan dan memastikan implementasi yang mulus di lapangan.
Erick Thohir juga menyoroti pentingnya forum diskusi seperti Indonesia Sports Summit (ISS) yang menghadirkan berbagai narasumber, termasuk pejabat setingkat menteri. Forum semacam ini menjadi wadah strategis untuk menggodok kebijakan komprehensif guna mengembangkan ekosistem olahraga nasional. "Sinergi bersama ini yang kita perlukan agar nanti kebijakan tidak tumpang tindih yang membuat kita tidak bisa bergerak," katanya.
Selain fokus pada kompetisi, Menpora juga menekankan pentingnya menjamin masa depan pendidikan para atlet pelajar. Dukungan beasiswa, seperti melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menjadi krusial. Ia mengungkapkan bahwa kementerian yang dipimpinnya pun akan mendapatkan alokasi beasiswa tersebut untuk 100 atlet pelajar, yang telah disetujui oleh Presiden RI.
Advertisement
Jaminan pendidikan ini penting agar para atlet tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki prospek karier yang jelas setelah masa kejayaan mereka di olahraga berakhir. "Masa depan mereka (para atlet pelajar) juga harus kita jamin, tidak bisa hanya lima tahun habis itu tidak jelas hidupnya, tidak bisa," tegas Erick Thohir, menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan jangka panjang atlet.
Sumber: AntaraNews