Banjir Karawang Rendam Ratusan Rumah, Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai dan Rob

Banjir Karawang melanda ratusan rumah di sejumlah wilayah, termasuk Desa Karangligar dan pesisir utara, akibat curah hujan tinggi, luapan sungai, serta fenomena rob. Simak dampak dan upaya penanganan darurat yang dilakukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Karawang Rendam Ratusan Rumah, Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai dan Rob
Banjir Karawang melanda ratusan rumah di Desa Karangligar, Telukjambe Barat, setelah Sungai Citarum dan Cibeet meluap. Ribuan warga terdampak dan diungsikan, bagaimana penanganannya? (AntaraNews)

Banjir kembali melanda ratusan rumah di berbagai daerah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyusul tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan sejumlah permukiman warga terendam air, mengganggu aktivitas sehari-hari dan memaksa penduduk untuk mengungsi.

Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, di mana banjir merendam areal pemukiman penduduk, lahan persawahan, hingga akses jalan raya utama. Ketinggian air di lokasi ini bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1 meter, menunjukkan tingkat keparahan yang signifikan.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat bahwa banjir di Desa Karangligar telah merendam 316 rumah yang dihuni oleh 1.224 jiwa atau 413 kepala keluarga. Petugas gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, dan Polri terus berupaya melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman guna meminimalisir risiko dan memberikan bantuan.

Dampak dan Lokasi Banjir Karawang yang Meluas

Banjir Karawang kali ini tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan meluas ke beberapa wilayah, dengan Desa Karangligar menjadi salah satu yang paling parah. Di desa ini, ribuan warga terdampak langsung, dengan ketinggian air yang bervariasi sehingga banyak rumah tidak dapat dihuni.

Menurut petugas BPBD Karawang, Kaming, "Di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, banjir merendam areal pemukiman penduduk, areal sawah, dan jalan raya." Pernyataan ini menggarisbawahi luasnya area yang tergenang, termasuk infrastruktur penting dan lahan pertanian.

Selain Desa Karangligar, fenomena rob juga melanda sejumlah daerah di pesisir utara Karawang. Kenaikan permukaan air laut ini menyebabkan genangan di permukiman warga selama beberapa hari terakhir, menambah daftar wilayah yang terdampak bencana air di Karawang.

Penyebab dan Upaya Penanganan Banjir Karawang

Penyebab utama banjir di Desa Karangligar adalah tingginya curah hujan yang memicu meluapnya dua sungai besar yang melintasi wilayah tersebut, yakni Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Debit air yang meningkat drastis tidak mampu ditampung oleh kapasitas sungai, sehingga air meluber dan merendam permukiman di sekitarnya.

Kondisi permukaan air Sungai Cibeet dan Citarum yang cenderung terus meningkat menjadi perhatian serius bagi petugas di lapangan. "Tinggi permukaan air Sungai Cibeet dan Citarum cenderung meningkat. Jadi warga terdampak banjir diungsikan ke tempat yang lebih aman," jelas Kaming.

Untuk penanganan darurat, petugas gabungan telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi yang aman, salah satunya di halaman Kantor Desa Karangligar. Upaya evakuasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, terutama mereka yang tinggal di area dengan ketinggian air paling parah. Petugas terus memantau perkembangan kondisi air dan siap memberikan bantuan lebih lanjut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi