Ratusan Kolektor Meriahkan Kontes Tanaman Hias Anthurium-Aglaonema di Semarang

Ratusan kolektor tanaman hias dari berbagai daerah siap meramaikan "Pameran Tanaman Hias dan Kontes Anthurium-Aglaonema" di Semarang, Jawa Tengah, yang bertujuan menghidupkan kembali antusiasme komunitas pecinta tanaman serta mendorong ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ratusan Kolektor Meriahkan Kontes Tanaman Hias Anthurium-Aglaonema di Semarang
Ratusan kolektor tanaman hias dari berbagai daerah siap meramaikan "Pameran Tanaman Hias dan Kontes Anthurium-Aglaonema" di Semarang, Jawa Tengah, yang bertujuan menghidupkan kembali antusiasme komunitas pecinta tanaman serta mendorong ekonomi lokal. (AntaraNews)

Ratusan kolektor tanaman hias dari berbagai wilayah di Indonesia akan berkumpul di Semarang untuk memeriahkan sebuah acara prestisius. Mereka akan berpartisipasi dalam "Pameran Tanaman Hias dan Kontes Anthurium-Aglaonema" yang diselenggarakan di halaman eks Wonderia, Semarang, Jawa Tengah. Acara ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari tanggal 14 hingga 23 November 2025.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, secara resmi membuka pameran dan kontes ini pada Minggu petang, menggarisbawahi keindahan unik dari Anthurium dan Aglaonema. Beliau menyebutkan bahwa Anthurium dengan bentuk hati dan warna merahnya melambangkan semangat, keramahan, dan kemakmuran. Sementara itu, Aglaonema dengan daunnya yang berwarna-warni dikenal sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan pertumbuhan baru.

Pameran dan kontes tanaman hias ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana penting untuk memanjakan mata para pengunjung. Lebih dari itu, acara ini diharapkan menjadi ruang pertemuan yang berharga bagi para pecinta tanaman yang telaten merawat kehidupan. Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan menjadi ajang bertukar pikiran di antara komunitas pencinta tanaman hias.

Antusiasme Komunitas dan Penggerak Ekonomi Lokal

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama. Salah satunya adalah untuk menghidupkan kembali antusiasme komunitas pecinta tanaman hias di seluruh Pulau Jawa. Selain itu, pameran ini juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi dan diskusi yang produktif bagi para penghobi tanaman.

Pameran ini melibatkan total 72 stan yang terdiri dari 42 stan khusus tanaman hias dan 30 stan UMKM serta ekonomi kreatif. Kehadiran stan UMKM ini menunjukkan upaya kolaborasi antara sektor pertanian dengan pelaku usaha ekonomi kreatif. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menjadi pendorong signifikan bagi pergerakan ekonomi lokal di Semarang dan sekitarnya.

Shoti’ah juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi media efektif untuk memperkuat silaturahmi antar komunitas pecinta tanaman hias. Selain itu, pameran ini juga berperan sebagai sarana promosi yang strategis. Melalui promosi ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan signifikan dalam perekonomian daerah.

Persaingan Sengit dan Nilai Fantastis Tanaman Hias

Kontes Anthurium berhasil menarik 261 peserta, sementara kontes Aglaonema diikuti oleh 265 peserta, semuanya berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Jumlah peserta yang tinggi ini menunjukkan tingginya minat dan semangat kompetisi di kalangan kolektor tanaman hias. Persaingan yang ketat diharapkan memunculkan tanaman-tanaman terbaik dengan kualitas yang luar biasa.

Henry Susanto, seorang kolektor tanaman hias asal Kota Salatiga, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kontes ini. Menurut Henry, acara semacam ini sangat penting untuk semakin menggeliatkan tren tanaman hias, khususnya Anthurium. Henry sendiri merupakan spesialis Anthurium dan telah beberapa kali meraih juara dalam kontes serupa, termasuk juara pertama Kontes Anthurium Jemani Varigata Kategori Junior.

Tanaman Anthurium koleksi Henry Susanto tidak hanya berprestasi di kontes, tetapi juga memiliki nilai jual yang fantastis. Beberapa tanamannya bahkan terjual dengan harga di atas Rp15 juta. Henry menjelaskan bahwa tanaman yang dikonteskan harus memenuhi tiga kriteria utama yang dinilai juri, yaitu karakter, kesehatan, dan performa. Ia bahkan menceritakan pengalamannya menjual tanaman seharga Rp15 juta sebelum kontes, yang kemudian memenangkan juara, menunjukkan keberuntungan bagi pembelinya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi