Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diprediksi melanda sejumlah kota besar di Indonesia. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ini.
Peringatan ini berlaku untuk periode Minggu, 16 November, di berbagai wilayah. Beberapa kota di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi berpotensi mengalami hujan lebat. Kondisi ini menuntut kesiapan masyarakat dalam menghadapi dampak yang mungkin terjadi.
Prakirawan BMKG Diah menjelaskan detail wilayah yang terdampak. Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyoroti peningkatan curah hujan saat ini. Fenomena La Nina lemah juga turut memengaruhi kondisi cuaca Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Sebaran Potensi Hujan Lebat di Berbagai Wilayah
BMKG secara spesifik mengidentifikasi beberapa daerah yang perlu diwaspadai. Di Pulau Sumatera, kota-kota seperti Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang diprakirakan diguyur hujan lebat disertai petir. Sementara Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, dan Bandar Lampung berpotensi hujan ringan hingga sedang.
Potensi hujan lebat disertai kilat juga diprediksi terjadi di wilayah Jawa. Jakarta dan Bandung menjadi kota yang masuk dalam daftar kewaspadaan BMKG. Kota-kota lain seperti Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
Wilayah timur Indonesia juga tidak luput dari peringatan dini BMKG hujan lebat ini. Pulau Bali dan Lombok diprakirakan berawan tebal, namun Kupang berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat. Di Kalimantan dan Sulawesi, potensi hujan ringan hingga sedang merata di seluruh kota besar.
Advertisement
Kota-kota di Kalimantan seperti Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangka Raya, dan Banjarmasin diprakirakan hujan ringan hingga sedang. Begitu pula di Sulawesi, hujan ringan hingga sedang merata di Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, dan Kendari. Wilayah paling timur seperti Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke juga diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.
Advertisement
Peningkatan Curah Hujan dan Dampak La Nina Lemah
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa Indonesia kini memasuki periode peningkatan curah hujan. Kondisi ini menandai peralihan menuju puncak musim hujan yang perlu diantisipasi. Analisis tiga bulan terakhir menunjukkan kenaikan signifikan pada curah hujan, dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Faisal juga menyoroti fenomena La Nina lemah yang sedang berlangsung saat ini. La Nina lemah diprediksi akan bertahan hingga Maret 2026. Meskipun demikian, dampaknya terhadap peningkatan curah hujan saat puncak musim hujan tidak terlalu signifikan.
"La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan. Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai," ujar Faisal. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan meski dampak La Nina tidak dominan.
Advertisement
BMKG terus mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Kewaspadaan ini diperlukan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap aktivitas harian. Terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi, persiapan mitigasi menjadi sangat penting.
Sumber: AntaraNews