MI NU Banat Kudus Raih Juara Umum Panahan Nasional MilkLife Archery Challenge 2025

MI NU Banat Kudus berhasil menyabet gelar Juara Umum Panahan Nasional pada MilkLife Archery Challenge Seri 2 Tahun 2025, mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
MI NU Banat Kudus Raih Juara Umum Panahan Nasional MilkLife Archery Challenge 2025
MI NU Banat Kudus berhasil menyabet gelar Juara Umum Panahan Nasional pada MilkLife Archery Challenge Seri 2 Tahun 2025, mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. (AntaraNews)

MI NU Banat Kudus, sebuah institusi pendidikan dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka berhasil meraih gelar juara umum dalam ajang MilkLife Archery Challenge Seri 2 Tahun 2025. Kompetisi panahan bergengsi ini berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, dari tanggal 12 hingga 15 November 2025.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dedikasi serta kerja keras para siswa dan pembimbing dalam mengembangkan bakat panahan. Kepala MI NU Banat, Faukhil Wardati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah. Gelar juara umum ini diraih setelah melalui serangkaian pertandingan ketat melawan peserta dari berbagai daerah.

MI NU Banat Kudus keluar sebagai pemenang setelah mengumpulkan total enam medali, menunjukkan dominasi mereka di kategori usia. Medali tersebut terdiri dari satu emas dan satu perunggu di kategori individu, serta satu emas, dua perak, dan satu perunggu di kategori beregu. Prestasi ini menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan panahan muda di Indonesia.

Strategi Latihan Rutin Antar MI NU Banat Raih Prestasi Gemilang

Keberhasilan MI NU Banat Kudus meraih Juara Umum Panahan Nasional tidak lepas dari program pembinaan yang intensif. Sebanyak 52 siswa dari sekolah tersebut ikut serta dalam kompetisi ini. Mereka secara konsisten menjalani latihan rutin melalui program ekstrakurikuler yang terstruktur.

Faukhil Wardati, Kepala MI NU Banat, menekankan pentingnya latihan yang giat sebagai kunci utama. "Alhamdulillah syukur kepada Allah SWT dan apresiasi atas perjuangan para siswa yang mampu mengharumkan nama sekolah di kancah nasional setelah sebelumnya giat berlatih," ujarnya. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengasah kemampuan dan mental para atlet muda.

Dominasi MI NU Banat Kudus terlihat jelas di sektor KU-12 nasional, di mana mereka berhasil meraih poin tertinggi. Kemenangan ini menunjukkan kualitas pelatihan dan potensi atlet panahan yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Dedikasi dalam latihan menjadi fondasi kuat bagi setiap prestasi yang diraih.

Antusiasme Tinggi dan Komitmen Penguatan Ekosistem Panahan Usia Dini

Ajang MilkLife Archery Challenge Seri 2 Tahun 2025 mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah peserta. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan bahwa seri kedua ini diikuti oleh 863 atlet panahan. Angka ini jauh melampaui seri perdana yang hanya diikuti oleh 428 atlet.

Peningkatan jumlah peserta ini menjadi indikasi positif terhadap perkembangan minat panahan di kalangan generasi muda Indonesia. "Ini bukti nyata bahwa minat dan antusiasme atlet panahan muda di Indonesia terus tumbuh positif," kata Yoppy Rosimin. Atlet-atlet berasal dari berbagai jenjang sekolah, termasuk MI, SD, MTs, dan SMP dari Jawa Tengah, Jawa Timur, serta DIY.

Yoppy juga menegaskan bahwa keberlanjutan program MilkLife Archery Challenge merupakan bagian dari komitmen Djarum Foundation. Komitmen ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem olahraga panahan usia dini di Indonesia. Dukungan ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak bibit atlet berprestasi di masa depan.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Inspirasi Atlet Muda

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, turut hadir dalam kejuaraan dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara di wilayahnya. Menurutnya, kejuaraan seperti ini sangat penting sebagai ruang pembelajaran dan penguatan karakter bagi atlet muda. "Kejuaraan ini juga menjadi ajang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan melatih diri dalam menapaki jalan prestasi," ujar Sam'ani.

Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung pembinaan atlet panahan. Tujuannya agar atlet-atlet lokal mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan ini mencerminkan visi pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi olahraga di kalangan generasi muda.

Salah satu atlet yang berprestasi, Muhammad Keanu Refi Atallah dari SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman, berbagi pengalamannya. Ia meraih medali emas di kategori Nasional KU 15 putra meskipun sempat merasa gugup menghadapi lawan berpostur lebih tinggi. "Namun akhirnya saya bisa menguasai diri dan tetap fokus, setelah sempat ketinggalan poin. Hal ini juga tidak terlepas dari hasil latihan rutin dan bimbingan pelatih," ungkapnya, memberikan inspirasi bagi atlet lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi