Kasus meninggalnya Timothy Anugrah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud), telah menyita perhatian publik dan memicu sorotan tajam terhadap isu perundungan di lingkungan akademik. Timothy, yang merupakan mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, ditemukan terjatuh dari lantai dua gedung FISIP Kampus Sudirman, Denpasar, pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 09.00 WITA, ketika Timothy ditemukan tergeletak di depan lobi gedung setelah sebelumnya terlihat gelisah saat menaiki lift. Meskipun sempat dilarikan ke RSUP Prof. I G. N. G. Ngoerah dan mendapatkan perawatan intensif dalam kondisi sadar, Timothy akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 WITA akibat cedera serius dan pendarahan internal.
Dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri yang dipicu oleh perundungan, sebuah isu yang semakin mengemuka setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup mahasiswa yang berisi ejekan dan olokan terhadap korban. Insiden ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga memicu desakan agar pihak berwenang melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap kebenaran di balik kronologi kematian mahasiswa Universitas Udayana Timothy Anugrah.
Advertisement
Detik-detik Tragedi dan Identitas Korban
Timothy Anugrah Saputra, lahir di Bandung pada 25 Agustus 2003, menghembuskan napas terakhirnya di usia 22 tahun. Ia adalah sosok mahasiswa yang dikenal di lingkungan FISIP Unud, tempat ia menempuh pendidikan di Program Studi Sosiologi.
Pada hari kejadian, saksi mata melaporkan melihat Timothy dalam kondisi gelisah sebelum menaiki lift menuju lantai atas gedung. Sekitar 15 menit kemudian, ia ditemukan tergeletak di depan lobi gedung, sebuah pemandangan yang segera memicu kepanikan dan upaya penyelamatan.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis darurat. Namun, luka dalam yang dideritanya terlalu parah, menyebabkan ia meninggal dunia beberapa jam setelah insiden tersebut. Pemeriksaan awal oleh pihak Universitas Udayana mengindikasikan bahwa Timothy diduga melompat dari lantai dua gedung FISIP.
Advertisement
Dugaan Perundungan dan Reaksi Publik
Penyebab kematian Timothy Anugrah Saputra diduga kuat terkait dengan perundungan yang dialaminya. Dugaan ini menguat setelah munculnya tangkapan layar percakapan grup mahasiswa yang berisi komentar-komentar tidak pantas dan ejekan terhadap korban, yang kemudian viral di media sosial.
Beberapa kutipan percakapan yang beredar luas mencakup,
- "Nanggung banget kalau bunuh diri dari lantai 2 yak."
- "Jangan lupa minum sanax woi."
- "Koe bantu angkat ke lantai 3 dah."
- "Mentalnya gak kuat kalau dari lantai 4."
Percakapan ini menyamakan Timothy dengan seorang konten kreator dan menimbulkan kemarahan publik atas ketidakmanusiawian komentar tersebut.
Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa sebelum meninggal, Timothy sempat mengalami tekanan dan gangguan dari rekan kampusnya, yang menyebabkan perubahan perilaku menjadi lebih pendiam dan gelisah. Ibu korban menyatakan, "Timothy sempat bercerita kalau dia sering diolok dan dikucilkan di lingkungannya. Kami pikir hanya candaan biasa, ternyata berujung seperti ini." Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke kepolisian, menduga kematian Timothy tidak murni karena faktor medis, mengingat adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Advertisement
Respon Kampus, Pemerintah, dan Tindak Lanjut Hukum
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, menyampaikan duka cita mendalam dan keprihatinan atas insiden ini. Ia menekankan pentingnya kampus sebagai ruang aman yang bebas dari kekerasan dan perundungan, sesuai Permendikbud Nomor 53 Tahun 2024.
Universitas Udayana telah membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri penyebab kematian dan kemungkinan adanya unsur perundungan. Mendikti Saintek mendukung penuh langkah ini dan merekomendasikan agar para pelaku perundungan tidak diluluskan mata kuliahnya. Komisi X DPR RI juga mendesak kampus untuk mengaktifkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta menyediakan kanal pelaporan yang aman bagi mahasiswa.
Kepolisian Daerah Bali melalui Satreskrim Polresta Denpasar kini sedang menyelidiki penyebab pasti kematian Timothy, apakah murni bunuh diri atau terdapat unsur kecelakaan atau kekerasan. Sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban dan pihak kampus, telah diperiksa. Hasil autopsi masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian, dan polisi berjanji akan menindak tegas jika ditemukan unsur kekerasan fisik atau psikis yang menyebabkan korban meninggal dunia.