Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini meluncurkan inisiatif penting. Mereka menyalurkan bantuan internet gratis kepada 29 desa yang tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Program ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan akses digital hingga ke pelosok desa yang selama ini sulit terjangkau.
Penyaluran perangkat internet gratis ini merupakan bagian dari program Internet Desa yang digagas oleh Diskominfo Kaltim. Teknologi yang digunakan adalah perangkat internet berbasis nirkabel, Orbit Telkomsel. Langkah taktis ini diambil untuk memperluas jangkauan digital di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo Argo Suryo, menjelaskan bahwa program ini adalah manifestasi visi Gubernur Kaltim. Tujuannya adalah memastikan setiap warga, termasuk di daerah terpencil, dapat merasakan manfaat internet secara langsung. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan konektivitas di seluruh wilayah Kaltim.
Advertisement
Advertisement
Strategi Diskominfo Kaltim Hadapi Tantangan Geografis
Program penyaluran internet gratis ini menjadi solusi sementara sebelum jaringan fiber optik (FO) sepenuhnya mampu menjangkau semua wilayah di Kaltim. Bambang Kukilo Argo Suryo menegaskan bahwa penggunaan teknologi seperti Orbit menjadi pilihan strategis. Kukar sendiri menjadi salah satu kabupaten dengan alokasi bantuan perangkat terbanyak, menunjukkan fokus pemerintah daerah.
Kondisi geografis Kalimantan Timur yang sangat luas dan beragam menimbulkan tantangan signifikan dalam pemerataan akses internet. Diskominfo mengadopsi kombinasi berbagai teknologi untuk mengatasi hal tersebut. Mulai dari FO, Orbit, hingga Starlink, semuanya disesuaikan dengan kondisi medan dan infrastruktur listrik setempat.
"Tidak semua desa bisa dijangkau dengan kabel optik," ujar Bambang, menjelaskan alasan di balik pendekatan multi-teknologi ini. Adaptasi terhadap teknologi yang ada sangat krusial agar seluruh masyarakat tetap bisa terkoneksi. Ini menunjukkan fleksibilitas Diskominfo Kaltim dalam menghadapi hambatan alam.
Advertisement
Selain tantangan geografis, ketersediaan sumber listrik yang stabil juga menjadi perhatian utama dalam implementasi program internet gratis ini. Beberapa desa masih mengandalkan listrik mandiri, sehingga keberhasilan program memerlukan dukungan lintas sektor. "Internet tidak akan berfungsi optimal tanpa pasokan listrik yang stabil," kata Bambang.
Advertisement
Dampak dan Harapan Program Internet Gratis
Di tingkat kabupaten, Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Diskominfo Kukar berperan sebagai fasilitator utama dalam program ini. Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kukar, Ery Hariyono, menjelaskan bahwa pembagian perangkat dilengkapi dengan pendampingan teknis. Pelatihan juga diberikan bagi para pengelola desa agar perangkat dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Kami mendampingi dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari distribusi hingga pelatihan teknis," kata Ery. Tujuannya adalah agar perangkat internet gratis ini bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat desa. Pendampingan ini memastikan keberlanjutan dan efektivitas program di lapangan.
Ery Hariyono berharap, dengan semakin banyaknya desa yang terhubung ke internet, akan memicu pertumbuhan layanan publik, pendidikan, dan sektor ekonomi masyarakat. Internet saat ini telah bertransformasi menjadi penopang utama bagi berbagai aspek kehidupan. Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk berani berkembang secara digital.
Advertisement
Diskominfo Kaltim akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap program internet gratis ini. Tujuannya adalah agar desa-desa penerima bantuan dapat "naik kelas" ke jaringan yang lebih stabil seperti fiber optik di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas akses digital.
Sumber: AntaraNews