Tahukah Anda? Sultra Raih Penampil Seni Daerah Terbaik Qasidah Rebana STQH Nasional ke-28!

Sulawesi Tenggara (Sultra) menorehkan prestasi gemilang sebagai penampil seni daerah terbaik dalam ajang Qasidah Rebana STQH Nasional ke-28. Simak detail pencapaian membanggakan ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sultra Raih Penampil Seni Daerah Terbaik Qasidah Rebana STQH Nasional ke-28!
Sulawesi Tenggara (Sultra) menorehkan prestasi gemilang sebagai penampil seni daerah terbaik dalam ajang Qasidah Rebana STQH Nasional ke-28. Simak detail pencapaian membanggakan ini! (AntaraNews)

Kontingen Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Mereka dinobatkan sebagai penampil seni kedaerahan terbaik dalam ajang Qasidah Rebana Kolaborasi Festival Seni Budaya Islam 2025. Pencapaian ini diraih dalam rangkaian Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) ke-28 yang berlangsung di Kendari, Sultra.

Penghargaan prestisius ini diberikan setelah melalui serangkaian penjurian ketat di tingkat nasional. Festival ini merupakan inisiatif dari Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebanyak 34 provinsi di seluruh Indonesia turut serta dalam kompetisi seni budaya Islam yang bergengsi ini.

Muhammad Saleh, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, mengonfirmasi kabar gembira tersebut di Kendari. Penjurian tingkat nasional dilakukan secara daring pada September 2025, menyaring grup-grup terbaik. Pemenang tingkat provinsi sebelumnya berhak melaju ke babak nasional mewakili daerahnya.

Proses Seleksi Ketat Qasidah Rebana Nasional

Kegiatan Festival Seni Budaya Islam ini merupakan bagian integral dari Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari 34 provinsi se-Indonesia, menunjukkan skala nasionalnya. Penyelenggaraan festival ini berada di bawah arahan Direktorat Penerangan Agama Islam melalui Subdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam Kemenag RI.

Sebelum melaju ke tingkat nasional, para peserta telah melalui seleksi ketat di tingkat provinsi masing-masing. Pemenang terbaik dari setiap provinsi kemudian berhak untuk mewakili daerahnya. Tahap penjurian tingkat nasional dilaksanakan secara daring pada bulan September 2025. Proses ini menghasilkan enam grup qasidah terbaik yang berhasil lolos ke babak grand final.

Enam provinsi yang berhasil mencapai babak grand final menunjukkan kualitas seni qasidah yang tinggi. Mereka adalah Bali dengan grup Bismillah, Jawa Barat dengan El-Lazka, dan Kalimantan Tengah dengan Hidayatul Ihsan. Selain itu, ada juga Jawa Timur yang diwakili MAN Satoe Voice, Banten dari Kabupaten Tangerang, serta Sumatera Utara dengan Syaf An-Nur. Keberhasilan mereka mencapai tahap ini merupakan bukti dedikasi dan latihan keras.

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Saleh, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk menggali potensi seni budaya Islam di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan mengembangkan seni qasidah rebana sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Partisipasi aktif dari berbagai provinsi menjadi indikator kuat keberhasilan program ini.

Prestasi Gemilang Sultra dan Pemenang Lainnya

Dalam ajang kompetisi Qasidah Rebana yang ketat ini, Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil menorehkan catatan istimewa. Kontingen Sultra, yang secara spesifik diwakili oleh Kabupaten Muna, meraih kategori penampil seni kedaerahan terbaik. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sultra, menunjukkan kekayaan dan keunikan seni budaya mereka.

Meskipun meraih predikat penampil seni kedaerahan terbaik, hasil akhir kompetisi menetapkan juara umum yang berbeda. Muhammad Saleh menyampaikan bahwa Jawa Timur berhasil keluar sebagai Juara 1 dalam kompetisi ini. Prestasi ini menunjukkan dominasi mereka dalam aspek teknis dan artistik penampilan qasidah.

Posisi Juara 2 diraih oleh Kalimantan Tengah, yang juga menunjukkan performa luar biasa. Sementara itu, Bali berhasil menempati posisi Juara 3, melengkapi daftar para pemenang utama. Ketiga provinsi ini berhasil menyisihkan kontingen lain dalam persaingan yang sangat kompetitif.

Pencapaian Sultra sebagai penampil seni kedaerahan terbaik ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain. Ini juga menjadi dorongan bagi pengembangan seni qasidah rebana di tingkat lokal. Keberhasilan ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang promosi dan pelestarian seni Islam di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi