Delapan sampel mulai dari contoh beton hingga tulang dikumpulkan untuk mencari penyebab runtuhnya bangunan musala Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo pada Senin (29/9) lalu.
Pengumpulan sampel ini diungkapkan Tim Ahli Bangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mudji Irawan. Ia yang terlibat dalam proses pembongkaran bangunan ini membenarkan bahwa delapan sampel bangunan sudah diambil polisi dari Polda Jatim. Mulai dari beton hingga tulangan bangunan yang ambruk.
"Ada delapan buah beton core drill, dan 20 buah tulangan dengan berbagai diameter," ujarnya.
Mudji menambahkan, sampel bangunan tersebut nantinya akan diuji oleh pihak kepolisian. Sementara tim ahli akan dimintai keterangan lebih lanjut, ketika semua proses evakuasi korban dan pembongkaran material reruntuhan tuntas.
"Untuk pengujian teknis mutu material beton dan tulangan," katanya.
Advertisement
Target Seluruh Korban Dievakuasi
Sementara, terkait target selesainya pembongkaran. Mudji menyebut bahwa semuanya akan dimaksimalkan Senin ini.
Tujuannya agar semua korban yang tersisa dapat segera dievakuasi. Sedangkan untuk pembersihan puing material diberi estimasi waktu hingga seminggu ke depan.
"Dimaksimalkan hari ini untuk proses evakuasi dan pembersihannya kira-kira butuh waktu satu minggu," pungkasnya.
Dikonfirmasi apakah polisi sudah melakukan penyelidikan terkait insiden ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan, hingga kini pihaknya masih berfokus pada upaya evakuasi korban.
"Belum, kita masih fokus pada korban dulu," ungkapnya.