Timnas Futsal Indonesia tengah mempersiapkan diri secara intensif untuk menghadapi turnamen CFA International Mens’s Futsal di Shijiazhuang, China, yang akan berlangsung pada 5-11 September mendatang. Sebanyak 19 pemain telah mengikuti pemusatan latihan (TC) yang dimulai pada Kamis, 28 Agustus di ANFA Arena, Jakarta Utara. Namun, dari jumlah tersebut, lima pemain akan dicoret untuk memenuhi kuota 14 pemain yang bisa dibawa ke ajang internasional tersebut.
Proses seleksi ketat ini dipimpin oleh Amril Daulay, yang dipercaya untuk memimpin skuad Garuda di China. Keputusan mengenai 14 pemain final akan diambil pada 3 September, setelah serangkaian latihan dan evaluasi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain untuk menunjukkan performa terbaik mereka dalam waktu singkat.
Turnamen ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga bagian penting dari persiapan Timnas Futsal Indonesia menatap ajang yang lebih besar. Ajang ini menjadi batu loncatan penting menuju SEA Games 2025 dan Piala Asia Futsal 2026. Dengan demikian, setiap sesi latihan dan pertandingan memiliki makna strategis bagi pengembangan tim.
Advertisement
Advertisement
Proses Seleksi Ketat Timnas Futsal Indonesia
Amril Daulay, yang memimpin TC hari pertama, mengungkapkan bahwa total 19 pemain mengikuti pemusatan latihan di Jakarta. Dari jumlah tersebut, hanya 14 pemain yang akan diberangkatkan ke China, sehingga lima pemain harus dicoret. Keputusan final mengenai daftar 14 pemain akan diumumkan pada 3 September, memberikan waktu satu minggu bagi tim pelatih untuk mengevaluasi performa setiap individu.
Unggul FC dan Pangsuma FC menjadi penyumbang pemain terbanyak dalam skuad TC ini, masing-masing dengan tiga pemain. Andi Ariansyah, Andi T. Juang, dan Andres Dwi mewakili Unggul FC, sementara Dipo Arrahman, Ardian Kaspari, dan M. Fajriyan berasal dari Pangsuma FC. Kehadiran pemain-pemain dari klub-klub top ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad Timnas Futsal Indonesia.
Amril juga menyoroti adaptasi pemain pada hari pertama TC. Ia mengakui bahwa beberapa pemain terkejut dengan perbedaan intensitas latihan di timnas dibandingkan dengan klub mereka. Perbedaan gaya bermain antara klub dan timnas juga menjadi faktor yang memerlukan penyesuaian. Amril memahami bahwa adaptasi adalah proses wajar dan memberikan ruang bagi pemain untuk menyesuaikan diri dengan standar Timnas Futsal Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Strategi dan Target di Turnamen CFA International
Mengenai target di China, Amril Daulay menekankan pentingnya pengalaman internasional bagi para pemain, terutama karena mayoritas skuad dihuni nama-nama baru. Ia berharap para pemain dapat meningkatkan kemampuan mereka dan merasakan standar bermain di kancah internasional. Tujuan akhirnya adalah meraih gelar juara, namun pengalaman dan peningkatan individu menjadi prioritas utama.
Dalam kesempatan yang sama, Pelatih Utama Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan alasan penunjukan Amril Daulay sebagai pemimpin tim di China. Souto menyatakan kepercayaannya penuh kepada pelatih lokal, yang sebagian besar sudah ia kenal sejak lama. Penunjukan ini sekaligus menjadi yang pertama kalinya pelatih lokal memimpin Timnas Futsal Indonesia sejak tahun 2016, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan pelatih domestik.
Turnamen CFA International Mens’s Futsal ini merupakan bagian krusial dari persiapan Timnas Futsal Indonesia menuju ajang-ajang besar di masa depan. Indonesia tergabung di Grup B bersama Selandia Baru, Myanmar, dan Kamboja. Sementara itu, Grup A akan diisi oleh tuan rumah China, Denmark, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Pertandingan-pertandingan di turnamen ini akan menjadi tolok ukur penting bagi kesiapan Timnas Futsal Indonesia menghadapi tantangan di SEA Games 2025 dan Piala Asia Futsal 2026.
Advertisement
Sumber: AntaraNews