Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan, pihaknya telah membuat posko terpadu dalam penanganan evakuasi Kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Diketahui, kapal tersebut mengalami kecelakaan di Perairan Selat Bali, pada Rabu (2/7).
"Saat ini telah dibuka Posko Terpadu Penanganan Evakuasi KMP. Tunu Pratama Jaya di Kantor ASDP Cabang Gilimanuk," kata Masyhud dalam keterangannya, Kamis (3/7).
"Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut seiring informasi resmi dari tim SAR di lapangan," sambungnya.
Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya
Kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, Rabu (2/7) malam. Identitas empat korban selamat berhasil diketahui. Mereka adalah Saroji (47), Mansur (40) dan Romi Alga Hidayat, yang semuanya berasal dari Blimbingsari, Banyuwangi, serta Sandi (44) asal Genteng, Banyuwangi.
Saat ini, keempat korban selamat tengah dimintai keterangan oleh petugas di Kantor BPTD Gilimanuk.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan pihaknya telah mengerahkan kapal dan personel dari Direktorat Polairud Polda Jatim untuk membantu proses pencarian di perairan Banyuwangi.
"Polda Jatim telah menurunkan Kapal Polair dan sejumlah personel untuk membantu pencarian korban," kata Kombes Pol Abast kepada wartawan di Surabaya, Kamis (3/7). Dikutip dari Antara.
Abast menjelaskan KMP Tunu Pratama Jaya membawa sebanyak 53 orang penumpang dan 12 kru atau ABK kapal. Empat orang berhasil selamat, sementara sebanyak 61 penumpang masih dinyatakan hilang.
"Dan informasi dari Basarnas (Badan SAR Nasional) saat ini ada empat orang yang selamat warga Banyuwangi," kata perwira dengan tiga melati emas itu.