Mahasiswa Unila Meninggal Diduga Alami Kekerasan saat Diksar, Polda Lampung Panggil 8 Panitia Pelaksana

Enam mahasiswa Unila menjadi korban kekerasan oleh senior saat kegiatan diksar di Gunung Betung, Pesawaran, Lampung pada 14-17 November 2025.

Yosephin Suci Wulandari
Mahasiswa Unila Meninggal Diduga Alami Kekerasan saat Diksar, Polda Lampung Panggil 8 Panitia Pelaksana
Mahasiswa Unila Meninggal Diduga Alami Kekerasan saat Diksar, Polda Lampung Panggil 8 Panitia Pelaksana (Merdeka.com)

Penyidik Polda Lampung panggil panitia pelaksana kegiatan pendidikan dasar (diksar) Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (Mahepel) Universitas Lampung (Unila). Pemanggilan ini terkait kematian mahasiswa yang sebelumnya diduga mendapatkan kekerasan saat Diksar.

Kuasa Hukum Organisasi mahasiswa (Ormawa) Mahepel, Candra Bangkit mengatakan, kedatangannya kali ini untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Lampung atas laporan kekerasan yang dialami Paratama Wijaya Kusuma usai diksar pada 14-17 November 2025.

“Hari ini kami melakukan klarifikasi terkait laporan dari ibunda almarhum Pratama Wijaya Kusuma di Polda Lampung,” katanya Selasa (10/6).

Dari 11 orang yang dipanggil, ada delapan panitia yang hadir memenuhi panggilan.

“Ada 3 orang belum bisa hadir hari ini karena sakit. 3 yang tidak hadir ini tercatat sebagai panitia tapi tidak ikut saat pelaksanaan diksar,”ucap Candra.

Tak hanya memberikan keterangan, pihaknya juga membawa beberapa data untuk diserahkan kepada penyidik Polda Lampung.

“Untuk dokumen seperti dokumen perjalanan, dokumen izin kegiatan dan lain-lainnga, ada buku besar sejarah Mahepel, dan rekam medis dari Faris (korban yang mengalami pecah gendang teling),” ungkap Candra.

Candra mengungkapkan, pihaknya mempunyai itikad baik untuk memerikan keterangan sesuai yang diketahui oleh para panitia.

“Yang pasti kami punya itikad baik dan menerangkan perkara yang telah beredar. Kalau dari pemanggilan hari ini terkait dengan pasal 351 dan pasal 170,” ujarnya.

Sebelumnya, enam mahasiswa Unila menjadi korban kekerasan oleh senior saat kegiatan diksar di Gunung Betung, Pesawaran, Lampung pada 14-17 November 2025.

Dari enam korban itu, satu korban bernama Pratama Wijaya Kusuma meninggal usai diksar, dan satu korban bernama Faris mengalami gangguan pada telinga kiri dan tak melanjutkan perkuliahan

Kekerasan yang dialami para peserta diksar ini seperti dipukul, ditonjol, ditampar, hingga ditendang. Karena tak diperbolehkan untuk minum Pratama Terpaksa meminum spirtus saat kegiatan dikasar.

Rekomendasi