Fakta Unik: Kantor DPRD Makassar Dijarah Warga Usai Dibakar, Sempat Jadi Destinasi Wisata Dadakan

Mengejutkan, Kantor DPRD Makassar yang baru saja dibakar massa justru menjadi sasaran penjarahan warga. Apa saja yang mereka ambil dan bagaimana situasi di lokasi?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Kantor DPRD Makassar Dijarah Warga Usai Dibakar, Sempat Jadi Destinasi Wisata Dadakan
Mengejutkan, Kantor DPRD Makassar yang baru saja dibakar massa justru menjadi sasaran penjarahan warga. Apa saja yang mereka ambil dan bagaimana situasi di lokasi? (Merdeka.com)

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menjadi sasaran penjarahan warga pada Sabtu pagi, 30 Agustus. Insiden ini terjadi setelah gedung tersebut luluh lantak dibakar massa saat aksi unjuk rasa di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejumlah warga terlihat sibuk mengambil barang-barang yang masih berharga dari reruntuhan gedung. Mereka bergerak leluasa tanpa adanya larangan dari pihak keamanan yang berada di lokasi kejadian.

Selain penjarahan, lokasi bekas pembakaran ini juga menarik perhatian banyak orang. Kantor DPRD Makassar bahkan sempat berubah fungsi menjadi destinasi wisata dadakan bagi warga yang ingin melihat langsung kondisi pasca-insiden.

Kronologi Penjarahan Barang Berharga

Penjarahan Kantor DPRD Makassar dimulai sejak pagi hari, tak lama setelah api berhasil dipadamkan. Warga berbondong-bondong datang dengan membawa berbagai perlengkapan untuk memuluskan aksi mereka.

Barang-barang yang menjadi target penjarahan bervariasi, mulai dari onderdil bangkai mobil yang terbakar hingga barang elektronik di dalam kantor. Bahkan, kompresor mesin pendingin pun tak luput dari sasaran penjarahan ini.

Salah seorang warga bernama Amran mengungkapkan alasannya ikut menjarah. "Daripada tinggal pak, lebih baik diambil untuk dijual. Banyak juga orang begitu, ambil besi-besinya mobil untuk dijual. Mau ditimbang di loakan," ujarnya.

Ketiadaan aparat kepolisian yang melakukan penjagaan efektif membuat warga bebas mengambil barang-barang tersebut. Tidak terlihat adanya upaya pencegahan atau larangan bagi siapa saja yang ingin mengambil sisa-sisa barang di lokasi.

Kantor DPRD Makassar Berubah Fungsi

Pasca-insiden pembakaran, kondisi Kantor DPRD Kota Makassar sangat memprihatinkan dengan bangkai mobil yang hangus dilalap api. Namun, pemandangan tragis ini justru menarik minat banyak orang.

Kantor dewan yang rusak parah ini berubah menjadi tempat wisata dadakan. Banyak warga sengaja datang untuk berfoto-foto di tengah reruntuhan, mengabadikan momen yang miris tersebut.

Beberapa di antara mereka bahkan melakukan siaran langsung melalui akun media sosial masing-masing. Mereka ingin memberikan kabar terkini mengenai kondisi kantor setelah diserang massa sejak pukul 19.30 WITA hingga pukul 02.30 WITA.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah tragedi dapat menarik perhatian publik secara luas, bahkan mengubah lokasi kejadian menjadi objek tontonan sementara.

Dampak dan Korban Insiden Pembakaran

Insiden pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar terjadi secara bertahap, dimulai sejak malam hari hingga dini hari. Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah, meliputi sebagian besar bangunan dan kendaraan yang terparkir di dalamnya.

Tragedi ini juga menelan korban jiwa dan luka-luka. Sebanyak delapan orang dinyatakan menjadi korban dari kejadian tersebut. Empat orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia, menunjukkan tingkat keparahan insiden ini.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya berada dalam kondisi kritis dan tiga orang mengalami luka-luka. Para korban luka saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi