Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara konsisten mendorong peran strategis para humas di lingkungannya. Upaya ini bertujuan untuk terus menjaga serta memperkuat citra dan reputasi Jakarta sebagai kota global yang modern dan terpercaya. Salah satu inisiatif konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan "Anugerah Humas Jakarta" (AHJ) 2025.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa di era digitalisasi saat ini, peran humas menjadi sangat krusial. Humas memiliki fungsi vital dalam membentuk citra positif dan reputasi yang kuat bagi Jakarta di kancah internasional. Pernyataan ini disampaikan Budi Awaluddin di Jakarta, menegaskan komitmen Pemprov DKI.
Anugerah Humas Jakarta 2025 merupakan perhelatan keempat yang menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan kapasitas humas. Ajang ini tidak hanya ditujukan bagi humas di lingkungan Pemprov DKI, tetapi juga mencakup Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). AHJ diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus motivasi bagi insan humas Jakarta untuk terus berkarya.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Peran Humas di Era Digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, peran humas menjadi semakin kompleks dan vital. Budi Awaluddin menekankan bahwa humas harus mampu beradaptasi dengan perubahan digital untuk menyampaikan informasi secara efektif. Kemampuan ini krusial dalam membangun komunikasi publik yang strategis, transparan, dan berdampak luas bagi seluruh warga Jakarta.
AHJ 2025 mengusung tema "Humas Jakarta Bijak Digital Berorientasi Global", yang mencerminkan tuntutan akan adaptasi digital. Ketua Panitia AHJ 2025, Ied Sabilla, menjelaskan bahwa tema ini menuntut humas Jakarta untuk menjadi jembatan komunikasi publik yang relevan. Selain itu, humas diharapkan adaptif dan mampu memberikan dampak positif yang signifikan.
Ajang ini menjadi wujud nyata dari upaya Pemprov DKI untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme humas. Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru dalam strategi komunikasi. Hal ini akan memperkuat citra Jakarta di mata publik, baik domestik maupun internasional.
Advertisement
Advertisement
Kategori dan Tujuan Anugerah Humas Jakarta
Anugerah Humas Jakarta 2025 dirancang untuk menjaring talenta dan praktik terbaik di bidang kehumasan. Peserta AHJ 2025 terbagi dalam tiga kategori utama. Kategori tersebut meliputi perangkat daerah, unit kerja perangkat daerah, dan humas BUMD beserta anak perusahaannya. Pembagian kategori ini memastikan cakupan yang luas dan kompetisi yang adil.
Terdapat lima kategori utama yang dikompetisikan dalam ajang AHJ tahun ini. Kategori tersebut adalah Media Sosial, Komunikasi Publik, Media Audiovisual atau Video, Inovasi Kehumasan, dan Sosok Humas Inspiratif. Setiap kategori dirancang untuk menguji berbagai aspek kompetensi kehumasan, mulai dari pengelolaan konten hingga strategi komunikasi.
Melalui beragam kategori ini, AHJ tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga platform pembelajaran. Kompetisi ini mendorong humas untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas kerja mereka. Tujuannya adalah untuk menciptakan komunikasi publik yang lebih efektif dan efisien, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global.
Advertisement
Advertisement
Dampak dan Manfaat Kompetisi Kehumasan
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Marroli J. Indarto, menyambut baik inisiatif AHJ. Menurutnya, ajang kompetisi bagi humas di daerah seperti ini merupakan praktik baik yang patut dicontoh. Ini sangat penting terutama untuk peningkatan kualitas komunikasi publik dan kehumasan secara keseluruhan.
Dalam konteks komunikasi, anugerah kehumasan mencerminkan tata kelola yang baik dan inovasi yang ingin disampaikan oleh praktisi. AHJ juga menjadi ajang untuk menguji standar kehumasan, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas. Kompetisi ini menciptakan lingkungan yang sehat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov DKI Jakarta.
Marroli menambahkan bahwa AHJ dapat menjadi proses belajar kolektif antarlembaga terkait komunikasi publik. Skala tertentu dari AHJ juga bisa menjadi pendorong peningkatan kompetensi bagi komunikator pemerintah. Selain itu, ajang ini mendorong penerapan inovasi, termasuk adaptasi teknologi dalam produksi konten antar-OPD, yang sangat relevan di era digital.
Advertisement
Sumber: AntaraNews