Lahir dari Keluarga Sederhana di Pelosok Bojonegoro, Striker Garuda Fadly Alberto Pernah Tak Bayar Uang SSB

Kehidupan keluarga Fadly jauh dari kemewahan. Rumah yang dahulu mereka tempati hanyalah bangunan 4x8 meter dengan tembok kalsiboard, dan atap seng.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Lahir dari Keluarga Sederhana di Pelosok Bojonegoro, Striker Garuda Fadly Alberto Pernah Tak Bayar Uang SSB
Lahir dari Keluarga Sederhana di Pelosok Bojonegoro, Striker Garuda Fadly Alberto Pernah Tak Bayar Uang SSB (Merdeka.com)

Kemenangan Timnas Indonesia U-17 usai menumbangkan Afghanistan di ajang Piala Asia U-17 2025 pada Jumat (11/4) dinihari tak hanya membuat bangga para pencinta bola. Namun, keluarga para pemain juga turut dibuat bangga dengan aksi tersebut.

Salah satu keluarga yang turut bangga dengan kemenangan Timnas ini adalah keluarga kecil dari striker muda Garuda Muda, Fadly Alberto Hengga.

Keluarga Fadly yang tinggal di sudut Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini juga turut meluapkan kebanggaannya dalam syukur dan keharuan.

Ibu dari Fadly Alberto Hengga, Piana, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Matanya tampak berkaca-kaca saat menyaksikan kemenangan tim Garuda

Ia pun mengingat mimpi sang anak yang secara perlahan akan diwujudkannya, yakni memberikan rumah layak untuk ibunda dan adiknya tercinta.

"Ibu sabar ya, nanti kakak pasti buatkan rumah untuk Ibu. Doakan kakak sukses," kenang Piana.

Ibunda Alberto
Ibunda Alberto merdeka

Dia lantas bercerita, jika sang anak memiliki semangat yang luar biasa saat latihan. Semangat dan tekad kuat ini yang diyakininya dapat membawa sang anak menuju jenjang kesuksesan seperti saat ini.

“Dia itu dari kecil ikut SSB semangat latihan, saya antar latihan, ikut turnamen meskipun hujan deras. Nggak pernah ngeluh,” tegasnya.

Kehidupan keluarga Fadly jauh dari kemewahan. Rumah yang dahulu mereka tempati hanyalah bangunan 4x8 meter dan berdiri di atas lahan milik Perhutani.

Dinding dari kalsiboard, atap seng, tanpa sekat antara ruang tamu, dapur, dan kamar tidur. Tapi dari tempat sederhana itulah tumbuh tekad dan mimpi besar.

"Sampai pernah dulu karena tidak bisa bayar untuk latihan SSB dia tetap diminta untuk latihan sama pelatih, karena kata pelatih dia punya bakat," ungkapnya.

Piala Alberto
Piala Alberto merdeka

Kini, berkat kerja keras dan ketekunan, mimpi Fadly mulai terwujud. Ia sukses menghadiahi dua rumah untuk keluarganya.

Rumah pertama dibangun sebagai hadiah dari keluarga Sekda Bojonegoro Nurul Azizah. Atas prestasi Fadly rumah itu dibangun di desa asalnya.

Kemudian, rumah kedua adalah hadiah dari pengusaha pemilik PT Realfood Winta Asia, sebuah perusahaan minuman di Bojonegoro, yang memberikan hunian layak di Perumahan Bumi Damai Regency, Kecamatan Dander.

"Semua doa dan kesabaran Fadly sekarang dikabulkan, semoga menjadi berkah ,” katanya.

Di balik pencapaiannya, Fadly tetaplah anak desa yang rendah hati. Setiap langkahnya, dia niatkan bukan untuk kemegahan pribadi, melainkan untuk keluarga, terutama sang ibu.

"Dia tetap tinggal di sini (rumah Banjarsari) kalau yang di perumahan Dander itu hanya untuk singgahnya kadang dia di sana dua hari untuk mengecek lalu pulang," terangnya.

Rekomendasi