Konferensi Islam Asean telah berakhir dan ditutup Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa'adi di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (23/12). Perhelatan ini menghasilkan sejumlah keputusan yang dinilai sangat penting untuk perkembangan dakwah ke depan.
"Pertemuan ini, merupakan pertemuan yang menurut kami sangat penting dan sangat memiliki makna yang sangat besar, utamanya untuk kepentingan dakwah," kata Zainut saat konferensi pers.
Ia menyebutkan, bahwa tema yang diangkat dalam konferensi Islam Asean adalah "Khairu Ummah" atau ummat terbaik dan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemaslahatan atau kebaikan umat manusia.
"Baik pada aspek pendidikannya, ekonomi dan juga budaya serta aspek yang lain. Ada 10 poin diputuskan dalam konferensi ini," imbuhnya.
Advertisement
Hasil Konferensi
Ke-10 poin yang diputuskan Konferensi Islam Asean kedua ini, yakni:
1. Memperkuat kerja sama dan sinergi negara Asean dan Arab Saudi dalam isu keagamaan dan diseminasi moderasi beragama atau Wasathiyatul Islam;
2. Memperkokoh persatuan umat Islam sebagai upaya kontributif terhadap berbagai tantangan keumatan yang dihadapi dunia internasional, baik di bidang politik, ekonomi, agama, sosial, budaya, lingkungan, dan iklim;
3. Meneguhkan peran tokoh agama, cendekiawan muslim, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mewujudkan dan menguatkan ketenteraman melalui pembentukan umat unggul yang berakhlak mulia;
4. Mewujudkan khairu ummah (umat terbaik) dengan amar ma'ruf atau mengajak pada kebaikan, dan nahi munkar mencegah dari kemunkaran, dan beriman kepada Allah dengan terus mewujudkan sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman budaya di masing-masing negara;
5. Mengajak pada kebaikan (amar ma'ruf) tidak sebatas pada ibadah ritual, tetapi juga dalam upaya menjaga negara baik di bidang ideologi, politik, sosial, budaya, lingkungan, ekonomi, pertahanan dan keamanan;
6. Mencegah kemungkaran (nahi munkar) dilakukan dengan cara-cara yang baik dan dilakukan terhadap berbagai anasir disintegritas bangsa termasuk dalam rangka mewaspadai masuk dan berkembangnya paham ekstrem dan terorisme serta melawan semua jenis hoaks, kebohongan, disinformasi dan intoleransi;
7. Meneguhkan komitmen seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan umat teladan yang menjadi pionir tegaknya kemaslahatan dan keadilan;
8. Mengarusutamakan wasathiyyatul Islam sebagai praktik keagamaan yang moderat, toleran dan adil layak digaungkan di dunia internasional sebagai solusi atas ancaman konflik kemanusiaan di dunia global.
9. Penguatan peran filantropi Islam dan lembaganya sebagai salah satu instrumen sumber daya untuk mewujudkan generasi mandiri dan sejahtera di tengah ancaman krisis pangan yang dihadapi dunia;
10. Memperkuat peran perempuan dan keluarga dalam bidang pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan budaya untuk mewujudkan khairu ummah.
Konferensi Asean Islam terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi. Konferensi ini diikuti 140 peserta dari negara-negara Asean dengan menghadirkan narasumber para pimpinan ormas Islam, tokoh agama, dan akademisi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, dan Arab Saudi.