Pemerintah memberlakukan bebas karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri baik WNI dan WNA dari sejumlah negara ke Bali, Batam, dan Bintan, termasuk pemberlakuan kembali visa on arrival. Kebijakan itu juga dalam rangka mengoptimalkan Indonesia selaku tuan rumah penyelenggaraan berbagai event internasional seperti MotoGP 2022, Presidensi G20, World Tourism Day, dan lainnya.
"Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah dari beberapa acara internasional, salah satunya ajang balap motor skala dunia pada Maret ini. Kami melihat momentum yang baik ini sebagai peluang untuk mendongkrak kebangkitan industri pariwisata domestik yang akan berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional," kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Henky Manurung di Jakarta, Selasa (15/3).
Henky mengingatkan pelaku perjalanan luar negeri untuk disiplin protokol kesehatan meski bebas karantina. Agar pariwisata di Indonesia pulih kembali.
"Penerapan protokol kesehatan dan safe travel menjadi semakin penting untuk dapat mempertahankan kondisi pandemi yang mulai pulih. Kami sangat mengapresiasi Traveloka dalam mewujudkan komitmennya untuk mendukung pemulihan pariwisata domestik dengan senantiasa mendorong safe travel," ujar Henky.
Sementara itu, CMO Traveloka, Shirley Lesmana mengatakan bertepatan dengan ajang balap internasional yang akan diadakan di Mandalika, data internal menunjukkan adanya peningkatan jumlah pemesanan tiket pesawat hingga hampir dua kali lipat dalam satu bulan terakhir dengan tujuan Lombok, NTB pada Maret 2022.
"Penanganan pandemi terbaru dari pemerintah untuk tidak mewajibkan tes swab COVID-19 bagi masyarakat yang sudah vaksinasi lengkap (vaksinasi dosis kedua atau ketiga (booster) sebagai syarat perjalanan domestik, juga kondisi pandemi yang mulai terkendali dapat menjadi sinyal positif bagi kebangkitan pariwisata, khususnya tujuan domestik," jelas dia.
Namun, lanjut dia, hal itu tidak boleh membuat lengah dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Di sini, kata Shirley, pihaknya senantiasa berperan aktif untuk mendukung upaya pemerintah mengedepankan penerapan safe travel dan protokol kesehatan, sehingga masyarakat bisa tetap merasa nyaman dan aman dalam melakukan perjalanan.
"Komitmen penerapan safe travel merupakan salah satu bentuk dukungan kami kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam berwisata sehingga mampu mempercepat pemulihan industri pariwisata," tutur Shirley.