Kasus harian Covid-19 di Kota Depok tercatat mencapai 2.094 pada Rabu (9/2) dan 1.700-an pada Kamis (10/2). Tingginya kasus ini membuat Satgas Penanganan Covid-19 mengambil langkah antisipasi, termasuk menyiapkan lokasi isolasi terpusat (isoter) alternatif.
Kasus aktif Covid-19 di Depok saat ini mencapai 19.451 dengan positivity rate 42 persen. Kondisi ini berdampak pada bed occupancy rate (BOR), terutama ruang isolasi di rumah sakit.
"Saat ini BOR sudah mencapai 62,86 persen. BOR ICU-nya 47 persen," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Jumat (11/2).
Advertisement
RS Diminta Siapkan 30 Persen Tempat Tidur
Pihaknya sudah mengantisipasi kondisi ini. Mereka meminta rumah sakit, melalui Dinas Kesehatan, untuk menyiapkan 30 persen dari kapasitas tempat tidurnya untuk tempat isolasi pasien Covid-19.
Saat ini terdapat 700 tempat tidur di seluruh rumah sakit di Depok yang telah disiapkan untuk pasien Covid-19. Sebanyak 62 persen di antaranya sudah terpakai.
"Kami antisipasi, karena rumah sakit dalam hal ini sudah diberikan sosialisasi oleh Dinkes untuk menyiapkan 30 persen dari tempat perawatannya untuk tempat isolasi Covid-19. Total 700 bed untuk tempat isolasi yang disiapkan. Saat ini sudah 62 persennya terpakai,” ungkapnya.
Advertisement
Tersisa 8 Tempat Tidur di Lokasi Isoter PSJ UI
Terkait dengan tempat isolasi terpusat (isoter) di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (PSJ UI) saat ini BOR-nya sudah mencapai 85,71 persen atau sudah terpakai 48 dari total 56 tempat tidur yang tersedia. Hanya tersisa delapan tempat tidur di lokasi itu.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Satgas Covid-19 sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak Makara UI untuk membuka kembali tempat itu sebagai lokasi isoter seperti tahun lalu. Namun hal itu belum dapat terealisasi karena masih ada layanan bisnis yang dilakukan pihak Makara UI.
"Karena Makara UI kemarin masih ada kegiatan, menyelesaikan kegiatan dengan customernya. Kami masih menunggu dari pihak Makara UI untuk menyelesaikan terlebih dahulu untuk menyelesaikan terlebih dahulu, mungkin pesanan-pesanan hotel. Kita menunggu mereka menyelesaikan urusan dengan customernya, tapi kami sudah berkomunikasi dengan Provinsi Jabar,” ungkapnya.
Di Makara UI tersedia sekitrar 120-130 tempat tidur. Setelah ada komunikasi dengan pihak provinsi dan Makara UI, maka dalam waktu dekat lokasi itu dapat diaktifkan kembali sebagai isoter.
"Pak Gubernur alhamdulillah sudah merespons pada video conference minggu lalu. Mudah-mudahan insyaallah dalam waktu dekat, setelah Makara UI kosong akan dicek oleh provinsi. Jadi itulah alternatif setelah PSJ sebagaimana yang dilakukan pada tahun yang lalu,” pungkasnya.