Kesaksian Warga Kupang Rasakan Gempa Maluku Barat Daya: Kursi dan Jam Dinding Goyang

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Kesaksian Warga Kupang Rasakan Gempa Maluku Barat Daya: Kursi dan Jam Dinding Goyang
Gempa di Mlaluku Barat Daya. Dokumen BNPB

Gempa tektonik guncang wilayah Laut Banda, Kamis (30/12) sekitar pukul 01.25.53 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo magnitudo 7,3.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,68° Lintang Selatan, 127,55° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 kilometer arah Timur Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku pada kedalaman 183 km.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya subduksi Lempeng Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Tidak hanya dirasakan di Maluku, masyarakat Nusa Tenggara Timur tepatnya Kota Kupang pun ikut merasakan guncangan gempa.

"Beta (saya) ada nonton televisi, tiba-tiba kursi bergoyang. Jam dinding juga goyang jadi beta langsung lari keluar rumah sambil berteriak gempa," kata Warga Kota Kupang, Peter Yandho.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Tiakur V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar), Tepa IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Saumlaki IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tual, Kupang, Alor, Rote, Malaka, Atambua, Sumba III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diingatkan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Rekomendasi