Ibu di Aceh Tega Bunuh Bayinya Gara-Gara Kerap Menangis

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Subulussalam, Ipda Deno Wahyudi menyebut, berdasarkan pengakuan pelaku, dia membunuh bayinya lantaran merasa lelah merawat bayi itu sendiri, sementara sang suami inisial SM (22) tak membantu. Pasangan itu disebut juga sedang cekcok rumah tangga.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
Ibu di Aceh Tega Bunuh Bayinya Gara-Gara Kerap Menangis
Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com

Seorang ibu muda berinisial SW (19) di Kota Subulussalam, Aceh, diduga membunuh anak kandungnya yang masih bayi. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun polisi, perempuan itu disebut mengalami stres hingga tega membunuh bayinya masih berumur 6 bulan tersebut.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Subulussalam, Ipda Deno Wahyudi menyebut, berdasarkan pengakuan pelaku, dia membunuh bayinya lantaran merasa lelah merawat bayi itu sendiri, sementara sang suami inisial SM (22) tak membantu. Pasangan itu disebut juga sedang cekcok rumah tangga.

"Pelaku melampiaskan kekesalannya kepada anak kandungnya, ia mengaku kesal lantaran korban sering sakit dan menangis," kata Deno Wahyudi, Kamis (9/7).

Dia menjelaskan, SW sempat berkilah dengan mengatakan bayinya itu digorok oleh seseorang berbaju hitam yang kemudian kabur ke belakang rumah saat ia sedang berada di kamar mandi.

"Namun keterangan pelaku ini bertolak belakang dengan bercak darah yang ditemukan di TKP, sisa tetesan darah ditemukan pada kamar mandi dan tidak ditemukan pada arah pintu belakang," kata dia.

Polisi kemudian menginterogasi langsung SW dan akhirnya dia mengaku telah membunuh anak kandungnya tersebut. Korban dibunuh dengan cara digorok pada bagian leher dengan pisau karter.

"Barang bukti pisau karter itu sengaja dibuang oleh pelaku di bawah rumah panggung di rumah mertuanya," kata dia.

Kini pelaku diamankan di Polres Subulussalam guna penyelidikan lebih lanjut.

Rekomendasi