Bandara Internasional Minangkabau (BIM) membuka Sentra Vaksinasi Covid-19 di selasar terminal. Fasilitas itu diperuntukkan para calon penumpang pesawat yang telah memiliki tiket penerbangan.
Executive General Manager PT Angkasa Pura II KC BIM Yos Suwagiyono mengungkapkan, pembukaan sentra vaksinasi ini dilakukan untuk meningkatkan persentase vaksinasi di Sumatera Barat, terutama bagi para penumpang.
"Kemudian, kita juga mengingat untuk memenuhi ketentuan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam PPKM Darurat dan skala mikro," kata Yos kepada merdeka.com di Padang, Selasa (6/7).
Dia menjelaskan, penumpang tujuan daerah dengan penerapan PPKM Darurat harus menunjukkan kartu vaksinasi, minimal dosis pertama, dan surat hasil tes PCR. "Nah, untuk menjaga agar tidak ada penyebaran, kita sediakan sentra vaksinasi Covid-19 sebelum penumpang berangkat, agar syarat dipenuhi dalam PPKM Darurat," sebut Yos.
Sentra vaksinasi ini sendiri telah dimulai, Senin (6/7). Menurutnya, animo calon penumpang pesawat untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi.
"Sentra Vaksinasi Bandara Internasional Minangkabau yang didukung penuh Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP ) BIM kemarin resmi dibuka, dan ternyata keberadaan sentra vaksinasi ini mendapat respons positif dari calon penumpang pesawat. Kami berharap sentra vaksinasi ini juga dapat mendukung percepatan program vaksinasi nasional guna mewujudkan herd community di tengah pandemi," jelas Yos.
Pihak Bandara Minangkabau mengoperasikan Sentra Vaksinasi mulai dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Calon penumpang yang ingin menjalani vaksinasi di harus memiliki tiket keberangkatan.
"Seluruh prosedurnya sama, yang beda karena ini lokasinya di selasar, maka yang bisa divaksin adalah penumpang pesawat yang sudah memegang tiket pesawat (berangkat). Kita juga ada proses registrasi, skrining, hingga observasi," sebut Yos.
Pihaknya sendiri menargetkan dapat melakukan vaksinasi sebanyak mungkin terhadap para calon penumpang di Bandara Minangkabau.
"Saya kira ini adalah salah satu cara paling efektif, dengan vaksinasi calon penumpang, untuk mengatasi kenaikan kasus saat ini," jelas Yos.