Sehari Sebelum Beraksi, Eksekutor Bos Pelayaran Berlatih Menembak di Cibubur

Latihan menembak ini dilakukan DM sesampainya di Jakarta. Sebab diketahui, DM berdomisili di Lampung, dan khusus didatangkan MM alias (Ruhiman (42), salah satu otak pelaku pembunuhan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Sehari Sebelum Beraksi, Eksekutor Bos Pelayaran Berlatih Menembak di Cibubur
Rekonstruksi penembakan kelapa gading di TKP. ©2020 Merdeka.com

Dikky Mahfud (50), eksekutor penembakan keji di Jakarta Utara sempat berlatih menembak saat H-1 pembunuhan. Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, menyatakan latihan tersebut dilakukan di salah satu perumahan di Cibubur.

"DM sempat latihan menembak dengan dua peluru, dibantu AJ (Ir Arbain Junaedi (56) yang juga jadi tersangka dengan peran penyuplai senjata," ujar Jean usai reka adegan perkara di Ruko Royal Gading Square, Jakarta Utara, Selasa (25/8).

Latihan menembak ini dilakukan DM sesampainya di Jakarta. Sebab diketahui, DM berdomisili di Lampung, dan khusus didatangkan MM alias (Ruhiman (42), salah satu otak pelaku pembunuhan.

"DM datang sampai di Jakarta 12 Agustus 2020, langsung latihan menembak dulu, sebelum eksekusi besoknya," jelas Jean.

Diketahui, Sugianto alias S, menjadi korban pembunuhan sadis dengan lima kali tembakan oleh DM di Ruko Royal Gading Square, Jakarta Utara. Insiden ini memicu perhatian publik, sebab saat kejadian rekaman kamera CCTV di lokasi tersebar viral ke media sosial.

Penyelidikan polisi mengungkap 12 tersangka yang turut berperan dalam pembunuhan berencana ini. Dua di antaranya, NL dan MM, diketahui sebagai otak kejadian.

Akibat kejahatan ini, 12 tersangka dijerat polisi dengan pasal berlapis, pasal 340 KUHP, sub pasal 338, dan UU Darurat RO nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama waktu tertentu, maksimal 20 tahun penjara.

Pelaku Niat Membunuh Korban Sejak Maret

Nur Latifha, dikatakan Calvijn sudah ada niat membunuh bosnya sejak Maret 2020. "NL sudah berencana melakukan pembunuhan sejak Maret 2020, namun ditolak MM. NL kemudian rapat lagi, kali ini tawarkan imbal Rp 200 juta," ungkapnya.

Calvijn merinci, lokasi rapat pertama dilakukan di salah satu hotel di Tangerang. Rapat kedua, dilakukan di rumah NL di Cileungsi, dan tiga rapat terakhir dilakukan di salah satu hotel di Cibubur.

"Saat itu eksekusi belum terpikir menggunakan senjata api. Rencananya korban hendak dihabisi pelaku dengan berpura sebagai petugas pajak datang ke kantor korban dan mengundangnya masuk ke dalam mobil untuk dibunuh dengan dicekik. Namun rencana itu gagal karena korban enggan masuk ke dalam mobil," ungkap Calvijn.

Ide pembunuhan dengan senjata api baru muncul pada di H-3, sebelum eksekusi tanggal 13 Agustus 2020. MM sebagai otak pelaku mencari eksekutor yang didatangkan dari Lampung.

"Sehingga salah satu tersangka, menyewa jasa DM yang merupakan eksekutor, dia datang ke Jakarta 12 Agustus 2020," beber Jean.

Sebelumnya, polisi menangkap 12 pelaku kasus pembunuhan bos pelayaran di Kelapa Gading. Ke-12 tersangka tersebut yakni, Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

Rekomendasi