Perajin Batik Berinovasi untuk Mengatasi Dampak Pandemi

Perajin Batik Berinovasi untuk Mengatasi Dampak Pandemi. Pandemi Covid-19 membuat penjualan batik anjlok 50 hingga 60 persen. Untuk mengatasi hal tersebut, Batik Tradisiku berinovasi membuat motif dan warna baru dengan harapan dapat mendongkrak minat pembeli.

Nanda Farikh Ibrahim
Perajin Batik Berinovasi untuk Mengatasi Dampak Pandemi
Perajin menyelesaikan pembuatan batik di Batik Tradisiku, Jalak Harupat, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Perajin batik mitra binaan Pertamina ini berinovasi dengan membuat motif dan warna baru untuk mengatasi anjloknya penjualan sebagai dampak ekonomi wabah corona yang mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki
Rekomendasi