Polisi masih menyelidiki peristiwa penemuan mayat bayi laki-laki ditarik seekor biawak di Desa Pemutaran, Kabupaten Buleleng, Bali. Bidan, dokter praktik, pihak puskesmas hingga dukun beranak sudah dimintai keterangan untuk mendapatkan gambaran awal mula kejadian itu.
Kapolsek Gerogak, Kompol I Made Widiana, menambahkan, selain tenaga kesehatan, polisi juga menyisir beberapa indekos di wilayah Gerogak, Buleleng, Bali.
"Kita dari kepolisian sudah melakukan proses penyelidikan. Baik melalui indekos, para bidan dan dukun (beranak) dan anak-anak sekolah. Di situ ada puskesmas, ada bidan, dokter. Kita juga lakukan wawancara, pemeriksaan dan interogasi," kata Kompol Widiana saat dihubungi, Kamis (11/6).
Namun hingga hari ini, belum ada titik terang siapa pembuang bayi malang tersebut.
"Kita sudah melakukan penyelidikan pemeriksaan saksi 8 orang. Perkembangan sementara belum ada titik terang terkait itu. Jadi tetap kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
"Untuk 8 saksi dari warga setempat. Kemudian, dari beberapa anak-anak sekolah. Kita juga lakukan pemeriksaan terkait itu. Kita masih kembangkan dan proses penyelidikan nanti kalau ada perkembangan kita akan sampaikan," ujar Kompol Widiana.
Sebelumnya, warga setempat geger setelah melihat sesosok mayat bayi ditarik biawak. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6) lalu pukul 14.00 Wita.
Saat itu, seorang warga bernama Kadek Suwitra pulang dari pantai. Di tengah jalan dia melihat biawak menarik sesuatu benda dari tumpukan sampah di Jalan setapak yang ada di Banjar Dinas Kembang Sari Desa Pemuetran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
"Karena merasa penasaran langsung mendekati biawak dan terlihat dengan jelas yang ditarik adalah mayat bayi laki laki," kata Iptu Sumarjaya, Senin (8/6).
Selanjutnya, Kadek Suwitra mengusir biawak sehingga bayi yang ditarik ditinggalkan di tempat sampah. Merasa bingung, Kadek Suwitra menunggu rekan yang juga dari laut Made Musti dan Putu Darmada. Kemudian, memberitahukan kepada Kelian Banjar Dinas Kembang Sari di Desa Pemuteran dan dibawa ke Puskesmas.