Kronologi 18 Tahanan Polsek Kalideres Kabur hingga Tewaskan Dalang Pelarian

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru menjelaskan, bermula ketika seorang tahanan narkoba bernama Supari menyekap petugas jaga. Kemudian 17 tahanan berhamburan keluar. Sembilan lari meninggalkan Polsek Kalideres.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kronologi 18 Tahanan Polsek Kalideres Kabur hingga Tewaskan Dalang Pelarian
Ilustrasi borgol. shutterstock

Sejumlah tahanan kabur dari Polsek Kalideres, pada Kamis (16/4) malam lalu. 18 tahanan ditangkap kembali dalam hidup. Sedangkan satu tahanan tewas diterjang timah panas.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru menjelaskan, bermula ketika seorang tahanan narkoba bernama Supari menyekap petugas jaga. Kemudian 17 tahanan berhamburan keluar. Sembilan di antaranya lari meninggalkan Polsek Kalideres.

"Sembilan orang di dalam markas polsek nah 8 di antaranya berhasil keluar. Dan malam itu juga 7 diantara 8 itu ketangkap tinggal 1 yang masih buron," ujar dia saat konferensi Pers, Jumat (24/4).

Audie menyebut identitas yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) adalah Supari. "Supari ini sudah merencanakan rencana kaburnya jauh-jauh hari sebelumnya dan ketika malam itu hari Kamis malam sekira setengah 11 mereka bisa menjalankan rencana tersebut," ujar dia.

Audie menjelaskan, pihaknya membentuk tim gabungan terdiri Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat serta Unit Reskrim Polsek Kalideres untuk memburu Supari.

Tim gabungan mendeteksi keberadaan Sufari berada di kawasan Tangerang. Audie mengatakan, Sufari melawan saat hendak ditangkap.

"Dia (Sufari) menyerang petugas," ujar dia.

Audie menyatakan, tak ada pilihan lain selain melumpuhkan dengan senjata api. Sufari akhirnya jatuh tersungkur.

"Di bawa ke rumah sakit namun dalam perjalanan yang bersangkutan meninggal dunia," ucap dia.

Audie mengatakan, polisi menyita barang bukti pisau, dan alat hisap sabu saat melakukan penggeledahan dari tubuh Sufari.

Kembali ke Jaringannya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menambahkan, setelah Supari kabur dari tahanan Polsek Kalideres. Ia kembali bergabung dengan jaringan narkobanya

"Pada saat yang bersangkutan keluar, ternyata tidak butuh waktu lama untuk bergabung ke jaringan narkobanya. Di sini akhirnya kami dapat info dari Timsus Satnarkoba bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu yang diketahui dilakukan tersangka terhadap seseorang," ujar Arsya.

"Hingga tim gabungan lakukan penangkapan tadi malam pukul 23.00 WIB, di wilayah Tangerang. Pada saat itu yang bersangkutan sudah mempersiapkan apabila tertangkap, sudah membawa senjata tajam. Dan karena membahayakan nyawa petugas, sehingga diberikan tindakan tegas terukur," sambungnya.

Tak hanya itu, saat ia kabur selama seminggu dari penjara Polsek Kalideres. Supari tak hanya tinggal disatu tempat saja, karena Supari berpindah-pindah lokasi.

"Memang tersangka dalam pelariannya, kembali ke jaringannya. Memang dia mobile, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Jaringan narkobanya sifatnya tertutup dan mereka tidak mau memberikan info secara pasti terhadap tersangka," jelasnya.

"Saat ini selama seminggu dia hidup dari jaringan narkobanya," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi