Stafsus Wapres Tak Ada Milenial, Masduki Sebut Ma'ruf dari Generasi Kolonial

Stafsus Wapres Tak Ada Milenial, Masduki Sebut Ma'ruf dari Generasi Kolonial. Dia mengatakan walaupun tidak ada keterwakilan milenial pada stafsus Ma'ruf, hal tersebut tak akan mengurangi kinerja para stafsus.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Stafsus Wapres Tak Ada Milenial, Masduki Sebut Ma'ruf dari Generasi Kolonial
Masduki Baidlowi. ©2017 Merdeka.com

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menunjuk delapan staf khusus untuk membantu kerjanya. Berbeda dengan Presiden Joko Widodo yang merekrut stafsusnya pekan lalu, Ma'ruf tidak menggandeng milenial. Menurut Juru bicara Ma'ruf, Masduki Baidlowi perekrutan tersebut agar terbagi semua elemen masyarakat dan mengakomodasi kolonial.

"Maka itu kan juga yang penting dari berbagai komponen kemasyarakatan lengkap, dari berbagai lapisan sosial ya, apakah dari milenial atau kolonial saya kira sama lah. Rupa-rupanya karena kiai ini dari generasi kolonial ya banyak yang kolonial lah," kata Masduki di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Senin (25/11).

Dia mengatakan walaupun tidak ada keterwakilan milenial pada stafsus Ma'ruf, hal tersebut tak akan mengurangi kinerja para stafsus.

"Tetapi itu tidak mengurangi terhadap kompetensi dan keahlian masing-masing," ungkap Masduki.

Ormas Jadi Stafsus

Begitupun kata dia terkait kalangan ormas yang ada di jajaran stafsus Ma'ruf. Menurut dia, penunjukan tersebut agar menggandeng banyak pihak. Tidak hanya PBNU saja kata dia, terlihat juga sosok dari MUI yaitu Lukmanul Hakim.

"Ada yang dari PBNU, ada yang dari MUI, ada yang dari, Pak Satya Adinanta adalah orang UI, juga ada bapak Nasir saya kira orang yang cukup profesional di bidang pendidikan," ungkap Masduki.

Tidak hanya ormas Islam saja yang dilihat Ma'ruf Amin. Menurut Masduki latar belakang dari mereka juga harus dilihat dan diperhitungkan.

"Kalau semata-mata dia mempunyai latar belakang ormas Islam saja saya kira tidak akan diterima oleh Wapres. Tetapi yang harus dihitung yang lain. Keprofesionalannya itu dihitung dari latar belakang yang lain," ungkap Masduki.

Sebelumnya, Presiden Jokowi secara resmi memilih tujuh orang dari kalangan milenials yang dipercaya sebagai staf khususnya. Presiden Jokowi berharap mereka dapat menjadi teman dalam bertukar pikiran ide dan gagasan yang out of the box bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Tujuh orang stafsus tersebut yaitu Adamas Belva Syah Devara (29) Founder dan CEO Ruang Guru, Putri Tanjung (23) Founder dan CEO Creativepreneur, Andi Taufan Garuda Putra (32) Founder dan CEO Amartha, Ayu Kartika Dewi (36) Pendiri Gerakan Sabang-Merauke, Gracia Billy Mambrasar (31) Pendiri Yayasan Kitong Bisa dan Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, Angkie Yudistia (32) Pendiri Thisable Enterprise dan Aminuddin Maruf (33) Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Rekomendasi