Menengok Bisnis Madu Kele-Kele yang Menggiurkan di Jembrana Bali

Masyarakat biasanya memanfaatkan pekarangan rumah, termasuk jineng atau bale-bale untuk dijadikan rumah Kele-Kele.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Menengok Bisnis Madu Kele-Kele yang Menggiurkan di Jembrana Bali
Budidaya Kele-Kele di Jembrana. ©Istimewa

Madu Kele-Kele atau lebah Trigona mulai menjadi primadona bisnis baru di Kabupaten Jembrana, Bali. Banyak masyarakat Jembrana mulai menekuni budidaya Kele-Kele, salah satunya I Komang Suardika.

Masyarakat biasanya memanfaatkan pekarangan rumah, termasuk jineng atau bale-bale untuk dijadikan rumah Kele-Kele. Bisnis madu Kele-Kele ini cukup menggiurkan lantaran hanya memerlukan modal sedikit, namun bisa meraup untung banyak.

"Madu Kele-Kele ini harganya sangat bagus. Bahkan lebih mahal dari madu lebah dan khasiatnya lebih bagus," kata Mang Bole, sapaan akrab Komang Minggu (4/8).

Mang Bole menuturkan, harga madu Kele-Kele mencapai Rp1,2-1,5 juta per liternya. Sedangkan untuk mendapatkan satu liter madu, Mang Bole harus membuat sekitar 10 Kungkungan atau kotak ukuran 20x50 cm untuk rumah Kele-Kele.

Kemudian, biaya pemeliharaan hanya Rp500 ribu. Satu kungkungan, kata Mang Bole, biasanya menghasilkan paling sedikit 10 cc madu.

"Masa panen Kele-Kele antara tiga-sampai 6 bulan. Pemanenan bisa dilakukan bertahun-tahun sepanjang Kele-Kele itu tidak pindah dari sarangnya," ujarnya.

Budidaya Kele-kele tidak lah sulit. Pembudidaya tidak perlu memberikan pakan karena Kele-kele biasa mencari makan sendiri. Pembudidaya hanya perlu menyesuaikan rumah Kele-kele dekat dengan bunga-bunga. Hal ini karena Kele-kele memakan sari bunga dan buah-buahan sebagai bahan dasar madu.

"Saat ini saya baru memelihara lima puluh Kungkungan (kotak) Kele-Kele. Dari jumlah tersebut bisa menghasilkan sekitar Rp20 juta rupiah dalam waktu tiga bulan. Rencananya saya akan terus kembangkan hingga jumlahnya ratusan. Pemasaran madunya juga tidak ada kendala," ujarnya.

Rekomendasi