Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mengomentari kaburnya ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Lambaro, Banda Aceh, Kamis (29/11). Menurut dia, peristiwa itu terjadi karena lemahnya sistem pengawasan lapas.
"Sebenarnya modus yang seperti ini sudah berulang di banyak tempat. Terjadi, terjadi, dan terjadi. Karena selalu saja pengawasan dari petugas kita dari lapasnya selalu lemah," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/11).
Muzani menuturkan, lemahnya sistem pengawasan bisa membuka peluang para narapidana melakukan pemberontakan atau melarikan diri. Karena itu, dia berharap kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi.
"Oleh karena itu pelajaran yang terjadi di banyak lapas harusnya menjadi pelajaran penting supaya peristiwa ini tidak berulang. karena peristiwa ini sudah beberapa kali terjadi," ungkapnya.
Diketahui, sebanyak 113 napi kabur dari Lapas Klas II Banda Aceh, Kamis (29/11/2018) sore. Mereka melarikan diri dengan cara menjebol pagar ornamesh lapas.
Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami menuturkan napi kabur itu memanfaatkan waktu salat magrib berjamaah.
"Sesuai dengan syariah Islam di Aceh yang sangat kental dengan pertimbangan dan penilaian petugas terhadap warga binaan yang dianggap baik, maka petugas lapas memberikan kesempatan mereka untuk menunaikan salat magrib berjamaah di masjid," kata Sri Puguh di Jakarta, Kamis (29/11).