Massa pendukung Amien Rais berkumpul di Masjid Pancoran, longmarch menuju Polda Metro

Massa pendukung Amien Rais berkumpul di Masjid Pancoran, longmarch menuju Polda Metro. ekitar seribu massa bakal mengawal pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terkait kasus berita bohong (hoaks) penganiayaan Ratna Sarumpaet, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Massa pendukung Amien Rais berkumpul di Masjid Pancoran, longmarch menuju Polda Metro
Amien Rais. ©2012 Merdeka.com

Juru Bicara Persaudaraan Alumni Aksi 212 Novel Bakmumin menyebut sekitar seribu massa bakal mengawal pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terkait kasus berita bohong (hoaks) penganiayaan Ratna Sarumpaet, di Mapolda Metro Jaya, hari ini. Menurut Novel, jumlah massa itu berasal 40-an ormas yang telah menyatakan mendukung aksi tersebut seperti FPI dan FUI.

"Antara seribuan sampai sepuluh ribuan. Kemungkinan bisa lebih kalau memang semuanya mau turun," kata Novel Bakmumin, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (10/10).

Novel mengatakan, massa disarankan berkumpul di Masjid Jami Al-Munawwar dan melakukan Salat Dhuha. Sekitar pukul 09.00 WIB, massa kemudian berjalan menuju Mapolda Metro.

"Disarankan Salat Dhuha kemudian kita konvoi jalan dari Jalan Raya Pasar Minggu ke arah patung Pancoran ke Jalan Gatot Subroto terus ke Polda Metro Jaya," ujar Novel.

Novel melihat perkara ini bukan lagi mengenai Ratna Sarumpaet, namun mengarah kepada kriminalisasi terhadap tokoh Islam seperti Amien Rais. Menurut dia, hal itu terjadi setelah Amien Rais kerap melakukan serangan politik terhadap penguasa.

"Kita melihat rangkaian-rangkaian apa kriminalisasi rekayasa terhadap tokoh Islam kepada ulama yang memang melakukan serangan terhadap perlawanan politik terhadap penguasa," kata dia.

Sebelumnya, polisi berharap pendukung Amien Rais menjaga ketertiban. Polisi siap mengamankan dan mengawal aksi massa pendukung Amien Rais menyampaikan pendapat di muka umum. Meski demikian, ia mengakui Polda Metro tidak menyiapkan pengamanan secara khusus.

"Kita berharap untuk tidak melakukan hal yang tidak diinginkan seperti merusak fasilitas umum dan membawa senjata tajam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (10/10).

Rekomendasi