Berdalih Jengkel, ayah tiri di Surabaya jotos anaknya hingga tewas

Korban berinisial MR tewas setelah dianiaya saat sedang dimandikan oleh pelaku di rumahnya, Jalan Sidotopo Wetan Surabaya, pada 20 Juni lalu. Pelaku berdalih menganiaya anak tirinya karena jengkel akibat rewel dan menangis terus saat dimandikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Berdalih Jengkel, ayah tiri di Surabaya jotos anaknya hingga tewas
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Kasus penganiayaan yang dilakukan WCB (35) terhadap anak tirinya yang masih berusia 2,8 tahun hingga menyebabkan kematian, berhasil diungkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

"Sang ayah berinisial WCB sudah kami amankan," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan di Surabaya, Senin (25/6).

Korban berinisial MR tewas setelah dianiaya saat sedang dimandikan oleh pelaku di rumahnya, Jalan Sidotopo Wetan Surabaya, pada 20 Juni lalu.

Pelaku berdalih menganiaya anak tirinya karena jengkel akibat rewel dan menangis terus saat dimandikan.

Hasil autopsi mengungkap pelaku WCB menganiaya anak tirinya dengan memukul menggunakan kepalan tangan di bagian kepala sebanyak dua kali.

Tak cuma itu, Agus menandaskan, pelaku kemudian memasukkan kepala korban ke dalam ember yang berisi air selama kurang lebih 10 detik.

"Selanjutnya pelaku memukul perut korban sebanyak tiga kali dengan menggunakan kepalan tangan kanannya," ucapnya.

Menurut Agus, saat kejadian berlangsung, ibu korban, berinisial NL, sedang menghadiri halal bi halal.

Sepulang dari halal bi halal sang ibu melihat buah hatinya sudah tak berdaya dengan kondisi sesak napas dan mengalami muntah-muntah.

"Oleh ibunya dengan diantar pelaku, sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr Soewandi Surabaya. Tapi di tengah perjalanan korban dirasa sudah tidak bernapas dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit," ujar Agus.

Korban sudah dimakamkan pada hari Kamis (21/6) di Pemakaman Umum Wonokusumo Surabaya.

"Kami ungkap kasus ini atas laporan dari ibu korban dan segera melakukan penangkapan terhadap pelaku," katanya.

Rekomendasi