Sebelum dikembalikan ke keluarga, 19 remaja Depok diminta baca Pancasila

Saat penggerebekan, para remaja itu ikut diamankan untuk dimintai keterangan. Setelah diperiksa, polisi menyatakan mereka tidak terlibat kasus penjarahan.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Sebelum dikembalikan ke keluarga, 19 remaja Depok diminta baca Pancasila
Razia geng motor. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Polisi melakukan pembinaan terhadap 19 remaja yang tidak terlibat kasus penjarahan toko baju di Depok, Jawa Barat. Setelah diberikan pembinaan, polisi mengembalikan mereka pada keluarga.

Saat penggerebekan, para remaja itu ikut diamankan untuk dimintai keterangan. Setelah diperiksa, polisi menyatakan mereka tidak terlibat kasus penjarahan.

"Mereka ada di lokasi penggerebekan karena sedang berkumpul. Setelah kita periksa, mereka tidak terlibat kasus pencurian di Toko Fernando," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Selasa (26/12).

Sebelum diizinkan kembali pada keluarga, para remaja ini diminta untuk membacakan Pancasila. Satu orang diminta memimpin membacakan dan lainnya mengikuti.

"Siapa yang hafal Pancasila silakan berdiri dan yang lain mengikuti membacakan," ucapnya.

Selanjutnya, polisi berharap agar para remaja ini bisa lebih menjaga diri dalam bergaul. Sehingga tidak terjerumus dalam tindakan melanggar hukum dan berhadapan dengan hukum.

"Kami harapkan mereka tidak ikut-ikutan tindakan seperti ini lagi. Kita sudah berikan pembinaan pada mereka agar dapat dipahami dan dimengerti," katanya.

Satu per satu remaja ini kemudian kembali ke rumah bersama orang tua yang menjemputnya. Mereka tidak diperkenankan kembali ke rumah tanpa didampingi karena dikhawatirkan bertindak hal negatif lagi.

"Setelah ini harapannya mereka bisa beraktivitas kembali. Bisa berkumpul dengan keluarga dan tidak melakukan hal negatif," tutupnya.

Rekomendasi