Ayah di Medan diduga tega bekap balita gizi buruk hingga tewas

Putra mereka Al (5) bercerita kepada tetangga. Dia mengaku melihat ayahnya membekap DDA saat ibunya sedang bertelepon.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Ayah di Medan diduga tega bekap balita gizi buruk hingga tewas
ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Seorang ayah di Medan diduga tega membunuh putranya yang mengalami gizi buruk. Balita 2 tahun itu dilaporkan telah dibekap hingga tewas.

Berdasarkan informasi dihimpun, dugaan pembunuhan itu terjadi di Lantai 5 Blok B Rumah Susun Sederhana (Rusunawa), Jalan Kayu Putih, Tanjung Mulia Hilir, Senin (20/11). Di rumah itu, sang ayah, Sf (43), menghabisi nyawa putranya, DDA (2).

Semula, keluarga menduga balita itu meninggal akibat sakit gizi buruk yang sudah dideritanya sejak lama. "Anak memang sedang sakit gizi buruk," ucap ibu korban, HDK.

Senin (20/11), Heni berniat membawa DDA ke rumah sakit. Dia keluar dari kediamannya untuk bertelepon terkait pengurusan BPJS.

Saat itu, DDA sedang menangis. "Anak saya sedang di ayunan. Karena sakit, anak saya nangis terus," ucap HDK.

Setelah selesai bertelepon, HDK kembali masuk rumah. Dia melihat putranya mengalami sesak napas. Balita itu langsung dibawa ke RS Mitra Medica.

"Anak saya sesak-sesak gitu di atas ayunan. Tapi sampai di rumah sakit anak saya meninggal, nyawanya tak tertolong lagi," sebut HDK.

Hari itu juga DDA dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU), Jalan Klambir Lima, Tanjung Gusta. Sf ikut berkabung ketika itu.

Malam harinya, putra mereka Al (5) bercerita kepada tetangga. Dia mengaku melihat ayahnya membekap DDA saat ibunya sedang bertelepon.

Spontan tetangganya memberitahukan kepada pihak keluarga yang kebetulan masih berkumpul di rumah. Mereka pun menanyai Al yang kukuh melihat sang ayah membekap adiknya di ayunan.

Malam itu juga pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Pelabuhan Belawan. Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan Sf yang saat itu masih berada di Rusunawa. "Kalau memang benar suami saya yang membunuh, biar saja dipenjara dan diproses secara hukum. Jangan datang-datang lagi suami saya itu," harap HDK.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yayang Rizki Pratama ketika mengatakan kasus itu masih diselidiki. "Saksi anaknya sudah kita periksa. Sabar dulu ya masih kita lidik," ucapnya.

Rekomendasi